Luar Negeri
Trump Ancam Hancurkan Kapal Perang Iran
Presiden AS, Donald Trump, Rabu (22/4) memerintahkan Angkatan Laut negaranya untuk menembak jatuh dan menghancurkan setiap kapal perang Iran yang mel
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Presiden AS, Donald Trump, Rabu (22/4) memerintahkan Angkatan Laut negaranya untuk menembak jatuh dan menghancurkan setiap kapal perang Iran yang melecehkan kapal-kapal AS.
Perintah itu muncul, sepekan setelah Angkatan Laut AS melaporkan sekelompok kapal Iran membuat aksi berbahaya dengan mendekati kapal-kapal Amerika di Teluk Persia.
Trump tidak mengutip peristiwa tertentu dalam tweetnya atau memberikan detail.
Gedung Putih tidak memiliki komentar segera, tetapi Armada ke-5 Angkatan Laut AS yang berbasis di Bahrain merujuk pertanyaan tentang tweet ke Pentagon, dan Pentagon merujuk pertanyaan ke Gedung Putih.
• Iran Tuduh AS Kecanduan Bunuh Orang, Kali Ini dengan Virus
Sesaat sebelum tweet Trump, Pengawal Revolusi Iran, Rabu (22/4) mengatakan mereka telah menempatkan satelit militer pertama Republik Islam ke orbit dan secara dramatis oleh para ahli digambarkan sebagai program ruang angkasa rahasia.
Peluncuran itu menimbulkan kekhawatiran di antara para ahli tentang apakah teknologi itu dapat digunakan untuk membantu Iran mengembangkan rudal balistik antarbenua.
Iran saat ini memiliki rudal jarak pendek dan menengah, seperti dilansir AP, Rabu (22/4).
Kapal-kapal Angkatan Laut AS dan kapal-kapal angkatan laut Penjaga Iran kadang-kadang bertemu di Teluk yang oleh AS dianggap tidak profesional.
Tetapi jarang meningkat atau termasuk saling melepaskan tembakan dan Teheran memandang kehadiran pasukan AS sebagai ancaman keamanan negaranya.
"Saya telah menginstruksikan Angkatan Laut untuk menembak jatuh dan menghancurkan semua kapal perang Iran jika melecehkan kapal kami di laut," kata Trump dalam tweet-nya.
• VIDEO - Iran Resmikan Pabrik Masker, Per Hari Produksi 4 Juta Lembar
Pada Rabu (15/4) pekan lalu, Angkatan Laut AS mengatakan kapal Pengawal Revolusi Iran berulang kali melintasi buritan beberapa kapal Amerika dalam jarak dekat dengan kecepatan tinggi di Teluk utara.
Kapal-kapal Amerika termasuk USS Paul Hamilton, kapal perusak Angkatan Laut dan USS Lewis B. Puller, sebuah kapal yang berfungsi sebagai pangkalan pendaratan yang mengapung.
Kapal-kapal itu beroperasi dengan helikopter serang Apache di perairan internasional, kata pernyataan itu.
"Tindakan berbahaya dan provokatif meningkatkan risiko kesalahan perhitungan dan tabrakan ... dan tidak sesuai dengan kewajiban hukum internasional untuk bertindak dengan memperhatikan keselamatan kapal lain di daerah itu," kata Angkatan Laut AS dalam sebuah pernyataan.
Menurut Angkatan Laut, Amerika mengeluarkan banyak peringatan melalui radio, melepaskan tembakan peringatan dan pembuat suara akustik jarak jauh, tetapi tidak mendapat tanggapan segera.
Setelah sekitar satu jam, kapal-kapal Iran baru menanggapi pertanyaan radio AS, lalu bermanuver.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kapal-perang-teluk.jpg)