Luar Negeri

Trump Ancam Hancurkan Kapal Perang Iran

Presiden AS, Donald Trump, Rabu (22/4) memerintahkan Angkatan Laut negaranya untuk menembak jatuh dan menghancurkan setiap kapal perang Iran yang mel

Editor: M Nur Pakar
AFP/Handout/Navy Office of Information
Kapal perang Iran sedang mencoba mendekati kapal penghancur USS Paul Hamilton dan kapal perang AS lainnya di perairan internasional, Teluk Persia pada 15 April 2020. 

 SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Presiden AS, Donald Trump, Rabu (22/4) memerintahkan Angkatan Laut negaranya untuk menembak jatuh dan menghancurkan setiap kapal perang Iran yang melecehkan kapal-kapal AS.

Perintah itu muncul, sepekan  setelah Angkatan Laut AS melaporkan sekelompok kapal Iran membuat aksi berbahaya dengan mendekati kapal-kapal Amerika di Teluk Persia.

Trump tidak mengutip peristiwa tertentu dalam tweetnya atau memberikan detail.

Kapal perang Iran mencoba mendekati kapal penghancur USS Paul Hamilton dan kapal perang AS lainnya di perairan internasional, Teluk Persia pada 15 April 2020.
Kapal perang Iran mencoba mendekati kapal penghancur USS Paul Hamilton dan kapal perang AS lainnya di perairan internasional, Teluk Persia pada 15 April 2020. (AFP/Handout/Navy Office of Information)

Gedung Putih tidak memiliki komentar segera, tetapi Armada ke-5 Angkatan Laut AS yang berbasis di Bahrain merujuk pertanyaan tentang tweet ke Pentagon, dan Pentagon merujuk pertanyaan ke Gedung Putih.

Iran Tuduh AS Kecanduan Bunuh Orang, Kali Ini dengan Virus

Sesaat sebelum tweet Trump, Pengawal Revolusi Iran, Rabu (22/4) mengatakan mereka telah menempatkan satelit militer pertama Republik Islam ke orbit dan secara dramatis oleh para ahli digambarkan sebagai program ruang angkasa rahasia.

Peluncuran itu menimbulkan kekhawatiran di antara para ahli tentang apakah teknologi itu dapat digunakan untuk membantu Iran mengembangkan rudal balistik antarbenua.

Iran saat ini memiliki rudal jarak pendek dan menengah, seperti dilansir AP, Rabu (22/4).

Kapal-kapal Angkatan Laut AS dan kapal-kapal angkatan laut Penjaga Iran kadang-kadang bertemu di Teluk yang oleh AS dianggap tidak profesional.

Jenderal Amir Ali Hajizadeh, Kepala Revolusi Iran Divisi Ruang Angkasa berpose di depan satelit Nour yang akan diluncurkan di padang pasir Markazi pada Rabu (22/4/2020).
Jenderal Amir Ali Hajizadeh, Kepala Revolusi Iran Divisi Ruang Angkasa berpose di depan satelit Nour yang akan diluncurkan di padang pasir Markazi pada Rabu (22/4/2020). (AFP/SEPAH NEWS)

Tetapi jarang meningkat atau termasuk saling melepaskan tembakan dan Teheran memandang kehadiran pasukan AS sebagai ancaman keamanan negaranya.

"Saya telah menginstruksikan Angkatan Laut untuk menembak jatuh dan menghancurkan semua kapal perang Iran jika melecehkan kapal kami di laut," kata Trump dalam tweet-nya.

VIDEO - Iran Resmikan Pabrik Masker, Per Hari Produksi 4 Juta Lembar

Pada Rabu (15/4) pekan lalu, Angkatan Laut AS mengatakan kapal Pengawal Revolusi Iran berulang kali melintasi buritan beberapa kapal Amerika dalam jarak dekat dengan kecepatan tinggi di Teluk utara.

Kapal-kapal Amerika termasuk USS Paul Hamilton, kapal perusak Angkatan Laut dan USS Lewis B. Puller, sebuah kapal yang berfungsi sebagai pangkalan pendaratan yang mengapung.

Kapal-kapal itu beroperasi dengan helikopter serang Apache di perairan internasional, kata pernyataan itu.

Satelit militer Iran, Nour diluncurkan dari kawasan padang pasir Markazi, Rabu (22/4/2020).
Satelit militer Iran, Nour diluncurkan dari kawasan padang pasir Markazi, Rabu (22/4/2020). (AFP/SEPAH NEWS)

"Tindakan berbahaya dan provokatif meningkatkan risiko kesalahan perhitungan dan tabrakan ... dan tidak sesuai dengan kewajiban hukum internasional untuk bertindak dengan memperhatikan keselamatan kapal lain di daerah itu," kata Angkatan Laut AS dalam sebuah pernyataan.

Menurut Angkatan Laut, Amerika mengeluarkan banyak peringatan melalui radio, melepaskan tembakan peringatan dan pembuat suara akustik jarak jauh, tetapi tidak mendapat tanggapan segera.

Setelah sekitar satu jam, kapal-kapal Iran baru menanggapi pertanyaan radio AS, lalu bermanuver.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved