Senin, 4 Mei 2026

Rapid Test Atlet PON Aceh Negatif  

KONI Aceh melakukan rapid test tahap pertama terhadap puluhan atlet, dan pelatih yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional

Tayang:
Editor: bakri
FOTO KIRIMAN QAHAR MUZAKKAR
Petugas Dinas Kesehatan Aceh melakukan rapid test terhadap atlet dan pelatih PON di Kantor KONI Aceh, Rabu (22/4/2020). 

BANDA ACEH - KONI Aceh melakukan rapid test tahap pertama terhadap puluhan atlet, dan pelatih yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional 2020 di Papua.

Rapid test yang dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh di Kantor KONI, Rabu (22/4/2020), untuk memastikan kesehatan para atlet di tengah wabah virus corona yang melanda tanah air.

Berdasarkan laporan yang ditandatangani oleh Kadinkes Aceh, dr Hanif, seluruh atlet dan pelatih yang menjalani rapid test tahap pertama dinyatakan negatif corona. "Alhamdulillah, semuanya negatif," ungkap Sekum KONI Aceh, M Nasir Syamaun MPA kepada Serambi sesaat setelah menerima laporan hasil rapid test tahap pertama, Rabu (22 /4/2020) malam.

Dari hasil ini, lanjut Nasir, bagi para atlet, pelatih serta oficial cabang olahraga yang dinyatakan negatif sesuai rapid test, agar tetap menjaga diri sesuai protap Covid-19 yang sudah ditetapkan pemerintah seperti jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, pakai masker, dan jauhi keramaian.

Sekum KONI Aceh menjelaskan, bahwa rapid test tahap pertama diikuti oleh atlet, dan pelatih yang mengikuti Pelatda di Banda Aceh serta Aceh Besar. Sehingga, untuk tahap awal ini berjumlah 60 orang.

"Setelah ini, kita akan melaksanakan rapid test tahap kedua untuk seluruh atlet dan pelatih yang tersisa. Terlebih, bagi atlet PON Aceh memang diharuskan mengikutinya. Terima kasih banyak kepada Dinas Kesehatan Aceh," ucap Sekum KONI Aceh.

Seperti diketahui, pada Rabu (15/4/2020), Ketua Umum KONI Aceh, H Muzakir Manaf resmi membuka Pelatda bagi 131 atlet dari 25 cabang olahraga. "Bagi seluruh atlet dan pelatih yang menjalani Pelatda sentralisasi diharuskan mengikuti rapid test terkait Civid-19," tegas Mualem-sapaan akrab Muzakir Manaf-.

Menurut Mualem, rapid test ini tentu saja ingin memastikan kalau kesehatan para atlet adalah yang paling utama, baru kemudian performa, dan prestasi. "Dalam suasana seperti ini, kita ingin memastikan lebih dulu kesehatan atlet. Itu tentu yang paling utama. Karena itu, dalam waktu dekat ini, segera akan kita lakukan," katanya.

Sementara itu, 131 atlet yang menjalani Pelatda merupakan mereka yang berhasil lolos dari Prakulifikasi PON, dan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) X Sumatera di Bengkulu, Oktober 2019.

Bagi atlet yang lolos dengan meraih medali dipastikan masuk dalam kategori pertama. Cabang ini akan menjalani masa Pelatda delapan bulan. Di mana selama dua bulan berlatih secara desentralisasi dimulai 17 Februari hingga 18 April 2020. Sementara enam bulan sentralisasi dimulai 19 April sampai 18 Oktober 2020 mendatang.

Cabang yang masuk kategori pertama terdiri dari 15 cabang yakni yaitu anggar (8) atlet, angkat besi (3), atletik (8), biliard (1), kempo (2), menembak (5), muaythai (8), panahan (8), panjat tebing (3), pencak silat (3), renang (2), sepakbola (20), taekwondo (2), tarung derajat (12), dan wushu (1)

Sedangkan kategori kedua yakni cabang olahraga yang lolos ke PON 2020 di Papua, namun mereka gagal menyumbang medali. Mereka akan berlatih selama enam bulan yakni satu bulan desentralisasi dimulai 20 Mai hingga 19 Juni. Sementara jadwal sentralisasi empat bulan yang dimulai 20 Juni hingga 18 Oktober 2020.

Adapun cabang yang masuk kategori kedua adalah bermotor (4), dayung (8), layar (1), rugby (24), selam (1), senam (1), sepak takraw (2), sepatu roda (2), terjun payung (1), dan judo (1).

Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus kepada Serambi kemarin menyebutkan, pihaknya melakukan rapid test terhadap puluhan atlet dan pelatih yang dipersiapkan ke PON 2020 di Papua, setelah menerima surat permintaan dari KONI Aceh. "Rapid test tersebut merupakan proses skining awal, sementara hasil finalnya tetap merujuk kepada Swab," katanya.

Ferdiyus menilai, keputusan KONI Aceh untuk melakukan rapid test terhadap atlet dan pelatih, merupakan langkah tepat dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona. Apalagi, dalam kondisi seperti ini. "Kita apresiasi dengan langkah KONI Aceh," pungkas Sekretaris Dinkes Aceh.(ran)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved