Breaking News:

Reses Anggota DPRA

Anggota DPRA Lakukan Reses di Tengah Covid-19, Ini Masalah yang Ditemukan

Keluhan yang paling banyak disampaikan oleh masyarakat selama pandemi Covid-19 adalah menyangkut ekonomi.

Serambinews.com
Safaruddin, Wakil Ketua DPRA 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anggota DPRA yang berjumlah 81 orang saat ini sedang melaksanakan reses ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing dari 21-28 April 2020.

Fokus reses kali ini menyampaikan sosialisasi penanganan dan pencegahan Covid-19 kepada warga dan melihat kesiapan rumah sakit dan perbatasan Aceh dengan Sumatera Utara.

Wakil Ketua DPRA, Safaruddin yang dihubungi Serambi, Sabtu (24/4/2020) menjelaskan bahwa program tersebut sudah disepakati semua anggota dewan selain juga melihat progres pembangunan yang dibiayai APBA.

"Dalam reses kali ini kita mau melihat kesiapan kabupaten/kota, kecamatan, terutama kali gampong dalam penanganan dan pencegahan Covid-19," kata Safaruddin yang sedang dalam perjalanan menuju Kotafajar, Aceh Selatan, saat dihubungi.

Dalam reses ini pihaknya juga meniadakan pertemuan dalam jumlah besar, seperti biasanya.

Tapi diganti dengan melakukan pertemuan kecil di banyak tempat dengan menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak, pakai masker, dan menggunakan hand sinitizer.

Safaruddin juga mengungkapkan, keluhan yang paling dirasakan masyarakat selama pandemi Covid-19 adalah menyangkut ekonomi.

Menurut politisi Partai Gerindra itu, hal ini juga dikarenakan banyak desa yang masih gamang dalam penggunaan atau realokasi dana desa untuk penanganan Covid-19.

Safaruddin menyampaikan, pemerintah seperti tidak tahu membuat apa dalam penanganan Covid-19. Padahal dari sisi anggaran Pemerintah Aceh sudah mengalokasikan dana penanganan Covid-19 sebesar Rp 1,7 triliun dari APBA 2020.

Bahkan, dana desa juga sudah diminta direalokasi untuk penanganan wabah virus ini.
"Tapi kita lihat masih sangat lemah dalam kebijakan, pemerintahan seperti tidak tahu membuat apa, sehingga masyarakat seperti tidak tahu apa yang harus ditunggu," ulasnya.

Karena itu, Safaruddin meminta Pemerintah Aceh untuk membuat skema agar bantuan yang diberikan benar-benar dirasakan masyarakat. Jangan sampai timbul dugaan miring terhadap kebijakan pemberian bantuan karena manfaat yang dirasakan sangat kecil.(*)

Hasil Taksir Harga Bangunan Rumah Warga Suak Puntong Nagan Sudah Keluar

VIDEO - Ambulance Bawa Pasien Positif Corona Asal Abdya Kecelakaan di Lamno Aceh Jaya

Begini Kronologis Kecelakaan Mobil Ambulans yang Bawa Pasien Positif Covid-19 dari Abdya

Viral, Dibelikan Celana Nenek-Nenek oleh Bapaknya, Cewek Ini Curhat di Medsos

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved