Jamaah Tarawih Diwajibkan Masker
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie mewajibkan jamaah shalat tarawih untuk memakai masker, baik melaksanakan shalat di masjid
SIGLI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie mewajibkan jamaah shalat tarawih untuk memakai masker, baik melaksanakan shalat di masjid maupun di meunasah. Masker tersebut dipakai untuk mengatasi penyebaran Covid-19 atau virus Corona.
Wakil Bupati Pidie, Fadlullah TM Daud, Kamis (23/4) malam, mengatakan, hasil kesepakatan Pemkab dengan MPU Pidie, bahwa shalat tarawih dibolehkan dilakukan secara berjamaah. Baik pelaksanaannya di masjid maupun di meunasah. Namun, warga wajib memakai masker. Penggunaan masker diyakini dapat mencegah tertularnya virus mematikan tersebut.
Kecuali itu, kata Fadhlullah, warga harus membawa sajadah sendiri saat menunaikan shalat. Juga mencuci tangan dengan sabun yang disediahkan masjid, tidak berjabat tangan selesai shalat, mempersingkat zikir selesai shalat jamaah dan tidak mengisap rokok di kompleks masjid selesai melaksanakan shalat tarawih.
"Untuk warga yang mengalami demam dan batuk hendaknya shalat di rumah saja. Sebab, jika warga yang batuk tetap memaksa pergi ke masjid, akan mengganggu jamaah lain, lebih-lebih di saat wabah Corona virus. Begitu juga warga yang pulang dari zona merah, idealnya tunda dulu shalat di masjid atau di meunasah. Mereka harus isolasi mandiri selama 14 hari di rumah," jelas Wabup Fadhlullah saat menyampaikan sambutan malam pertama shalat tarawih di Masjid Agung Alfalah Sigli, Jumat (24/4).
Ia menyebutkan, pelaksanaan Bulan Ramadhan tahun 2020 sangat berbeda dengan Bulan Ramadhan sebelumnya. Sebab, pada tahun ini Allah menguji ummat Islam dengan ancaman wabah Covid-19. Sebab, sejak virus tersebut muncul di Wuhan China membuat dunia telah membuat aturan untuk menyalamatkan warganya.
Kata Fadhlullah, munculnya virus tersebut jangan dianggap spele, karena penyebaran virus tersebut sangat cepat. Lebih-lebih satu warga terinfeksi Corona harus dirawat di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli. Dengan demikian, virus tersebut kini betada di Pidie.
" Kemunculan virus itu, kita harus memaknai bahwa Corona telah adanya di sekitar kita. Alhamdulillah, kita belum terinfeksi dengan Corona sehingga kita bisa menggunakan masjid untuk beribadah di Bulan Suci Ramadhan. Tapi, di negara islam yang lain, masjid telah ditutup dan tidak adanya shalat tarawih," ujarnya.
Ia menyebutkan, wabah Corona yang mewabah di negara Amerika, Rusia dan China sangat kewalahan mengani virus tersebut. Saat ini, kata Fadhlullah, tidak adanya yang menjamin jika Covid-19 belum masuk ke Pidie. Untuk itu, imbauan yang telah dibuat MPU Pidie harus ditindaklanjuti, jangan diremehkan. Sebab, semua sedih jika adanya warga Pidie terpapar Corona.
" Kita harus mencegah virus tersebut supaya tidak menyerang kita. Aturan untuk mencegah Covid-19 harus dilaksanakan sampai WHO mengumumkan kondisi telah membaik.
Husaini Spdi, panitia Masjid Alfalah Sigli, mengatakan, pada pelaksanaan bulan puasa tahun ini ditiadakan ceramah agama di masjid kabupaten. Baik ceramah dilaksanakan setelah shalat tarawih maupun ceramah setelah shalat lima waktu.
Tak hanya itu, kegiatan buka puasa bersama ditiadakan di Masjid Agung Alfalah Sigli. " Tapi, kami menerima takjil berbuka dari warga dalam bentuk paket untuk dibagikan kepada warga," jelasnya. (naz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/wabup-pidie-fadhlullah-tm-daud-serambinewscom-muhammad-nazar.jpg)