Breaking News:

Terlalu Lama Jelajahi Samudera Atlantik, Pasangan Ini Baru Tahu Virus Corona Sedang Melanda Dunia

Terasa aneh ketika masih ada orang yang tidak tahu bahwa virus Corona (Covid-19) telah menjadi wabah dunia

Terlalu Lama Jelajahi Samudera Atlantik, Pasangan Ini Baru Tahu Virus Corona Sedang Melanda Dunia
FOTO FACEBOOK/@SAILINGKITTIWAKE VIA DAILYMAIL.CO.UK
Karena terlalu lama berlayar di Samudera Atlantik, pasangan ini baru tahu dunia dilanda virus Corona. Foto direkam Sabtu (25/4/2020).

Terasa aneh ketika masih ada orang yang tidak tahu bahwa virus Corona (Covid-19) telah menjadi wabah dunia. Virus ini telah menyerang hampir semua negara di dunia. Tercatat sudah 210 negara yang melaporkan Covid-19, dengan 2,73 juta kasus infeksi. Di antara segelintir orang yang tidak tahu itu, pasangan Elena Manighetti dan Ryan Osborne termasuk salah satunya.

DUNIA saat ini sedang dilanda virus Corona yang bisa menular dengan cepat. Tapi tidak semua orang tahu tentang adanya wabah tersebut, seperti pasangan asal Manchester ini.

Elena Manighetti dan Ryan Osborne diketahui saat itu sedang meninggalkan kawasan Lanzarote, Spanyol untuk pergi berlayar melintasi Samudera Atlantik. Mereka berangkat pada 28 Februari 2020 di mana saat itu berita pandemi virus Corona mulai menyebar dengan angka kematian masih sedikit.

Oleh sebab itu pasangan ini ingin menikmati momen liburan dengan berlayar sejauh 3.000 mil menuju St Vincent melintasi Samudera Atlantik. Melakukan perjalanan panjang melintasi Samudera Atlantik memang menjadi tantangan berat bagi pasangan itu.

Mereka hanya bermodalkan perangkat satelit yang mampu menerima 160 pesan karakter saja. Jadi mereka memberitahu keluarganya untuk tidak memberikan informasi buruk pada mereka.

Melansir dari laman dailymail.co.uk, pasangan itu sebenarnya tahu jika virus itu sudah menyebar ke beberapa negara. Akan tetapi mereka berpikir jika pandemi ini mungkin tidak akan mempengaruhi perjalanan pelayarannya.

"Pada bulan Februari kami mendengar ada virus di Tiongkok, tapi dengan sedikit informasi yang kami miliki, kami pikir setelah 25 hari berlayar dan tiba di Karibia, pandemi itu sudah berakhir," kata Manighetti ke BBC seperti yang dikutip TribunTravel, Sabtu (25/4/2020).

Selama 25 hari berlayar, mereka tidak memiliki akses internet sama sekali. Jadi pasangan yang sedang menikmati keindahan alam Samudera Atlantik itu tidak bisa mengetahui kabar terkini tentang penyebaran virus Corona.

Namun ketika kapal yang ditumpangi mencapai Pulau Bequia, Karibia, mereka baru mengetahui jika sejumlah pelabuhan menutup perbatasan.

"Kami pertama kali mencoba berlabuh di salah satu pelabuhan Karibia, tapi semua pelabuhan ditutup. Saat itu kami berpikir mungkin ini tindakan pencegahan agar tidak menanggung risiko (terpapar virus Corona)," sambung Osborne.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved