Pedagang Kue Terima Tempat Cuci Tangan    

Pada bulan Ramadhan ini, banyak warga yang menjajakan menu berbuka puasa. Tidak hanya di pusat kota, tapi dihampir setiap desa juga

Editor: hasyim
Serambinews.com
Keuchik Desa Bireuen Meunasah Dayah, Kota Juang, Bireuen, Mahyuddin Abdullah, memperlihatkan tempat cuci tangan yang dibuat dengan dana desa untuk dibagikan kepada ibu-ibu pedagang kue berbuka puasa di desa tersebut, Sabtu (25/4/2020). 

BIREUEN - Pada bulan Ramadhan ini, banyak warga yang menjajakan menu berbuka puasa. Tidak hanya di pusat kota, tapi dihampir setiap desa juga banyak ibu-ibu rumah tangga yang menjajakan aneka kue, dan beragam jenis makanan menu berbuka puasa.

Seperti halnya dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga di Desa Bireuen Meunasah Dayah, Kecamatan Kota Juang, Bireuen. Di desa tersebut, ada sekitar 10 ibu rumah tangga yang menjajakan menu berbuka puasa di persimpangan jalan desa itu.

Untuk mencegah penyakit atau menjaga kesehatan dan kebersihan serta menghindari dari wabah virus corona, para pedagang jajanan berbuka itu diberikan tempat cuci tangan (wastafel) yang dibuat dari ember lengkap dengan sabun cuci tangan.

Keuchik Desa Bireuen Meunasah Dayah, Mahyuddin Abdullah kepada Serambi, Sabtu (25/4/2020) mengatakan, dengan anggaran dana desa, pihaknya membuat dan membagikan wastafel sekaligus sabun cuci tangan kepada pedagang jajanan berbuka puasa.

"Setiap pedagang kue atau menu berbuka puasa kita wajibkan menyediakan wastafel untuk cuci tangan, ini untuk mencegah wabah covid-19," terang Mahtuddin.

Selain itu, tambah Keuchik Bireuen Meunasah Dayah, pihaknya juga membagikan masker kepada masyarakat supaya terhindar dari penyebaran Covid-19. Kecuali itu, mereka juga menyerahkan sembako berupa beras, gula dan minyak goreng bagi lansia dan manula.(c38)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved