Rabu, 29 April 2026

Penerima Rumah Bantuan Dipungli Rp 20 Juta  

Rumah bantuan berkontruksi permanen di Desa Lawe Mantik, Kecamataan Babul Makmur, Aceh Tenggara, yang dikerjakan November 2019

Editor: hasyim
Foto kiriman warga
Bangunan rumah bantuan Pemerintah Provinsi Aceh yang dibangun November 2019 yang lalu, hingga Minggu (26/4/2020) tak selesai dibangun di Desa Lawe Mantik, Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara. 

KUTACANE - Rumah bantuan berkontruksi permanen di Desa Lawe Mantik, Kecamataan Babul Makmur, Aceh Tenggara, yang dikerjakan November 2019 lalu hingga, Minggu (26/4) tak siap dikerjakan pihak kontraktor. Padahal, pihak kontraktor meminta uang sebesar Rp 20 juta kepada penerima bantuan rumah tersebut dengan berbagai dalih.

"Rumah mulai November 2019 dibangun. Mereka bekerja hanya dua minggu saja dan sampai Minggu (26/4) rumah bantuan itu tak siap dan diterlantar sehinga ditumbuhi semak belukar,” ujar Ruddin Tambunan, salah seorang penerima rumah bantuan di Desa Lawe Mantik, Kecamatan Babul Makmur, kepada Serambi, Minggu (26/4).

Kata dia, bangunan fisik rumah bantuan itu, pekerjaannya mencapai 45 persen. Kondisi rumah hanya terbangun pondasi dan batu bata. Sedangkan, bagian dalam dan seng serta pintu dan jendela belum dipasang. Rumah itu pun kini ditumbuhi rumput-rumputan dan terancam rusak akibat ditelantarkan sudah lima bulan lamanya.

Menurut Ruddin Tambunan, pihaknya sudah berulangkali menanyakan kepastian rumah bangunan itu kapan diselesaikan rekanan. Tetapi, mereka dibola-bola dan waktu pekerjaan terus diulur-ulur dan tidak dilaksanakan. Bahkan, uang sebesar Rp 20 juta yang diberikan terpaksa dia pinjam kepada rentenir, karena dirinya tergolong miskin, agar bisa memiliki rumah layakhuni. Ironisnya lagi, uang untuk pasang peranca bangunan itu juga diminta kepadanya sebesar Rp 5 juta dan juga untuk keperluan membeli paku sebanyak 5 kilogram juga memakai uangnya. “Namun, sampai sekarang tidak dikerjakan rumah bantuan yang disebut-sebut bersumber dari Provinsi Aceh dan di sini ada 10 rumah yang mengalami nasib yang sama dan juga terjadi pungli," pungkasnya. (as)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved