Cegah Corona di Aceh Tengah
Banyak Warga Aceh Tengah yang Mengabaikan Imbauan Social Distancing, Ini Kata Bupati Shabela
Penerapan social distancing di bulan puasa oleh masyarakat terkesan diabaikan, seolah sedang tidak terjadi apa-apa.
Penulis: Mahyadi | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Mahyadi | Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Meski telah memasuki bulan suci Ramadhan 1441 Hijriah, namun aktifitas masyarakat di pusat-pusat keramaian di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, masih tetap berlangsung. Penerapan social distancing di bulan puasa ini, justru terkesan diabaikan seolah sedang tidak terjadi apa-apa.
Padahal, pemerintah sedang getol-getolnya mengingatkan masyarakat untuk tetap menghindari keramaian sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19). Tetapi kerumunan warga masih saja terlihat. Khususnya menjelang waktu berbuka, sejumlah lokasi pusat penjualan takzil di kota dingin itu, tetap ramai dikunjungi warga.
Setiap sore, ruas jalan protokol di Kota Takengon, dipadati warga serta kendaraan yang melintas. Bahkan di ruas Jalan Sengeda dan Pasar Inpres masih tetap terjadi kemacetan kendaraan, meskipun dalam suasana penerapan social distancing. Kondisi ini, menimbulkan keprihatinan sejumlah kalangan.
Bahkan Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, mengaku mengkhawatirkan sikap sebagian masyarakat yang terkesan mengabaikan imbauan pemerintah terkait dengan social distancing serta physical distancing.
“Coba kita lihat, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Dan tidak mungkin juga pasar takjil kita tutup, tetapi hendaknya pedagang serta warga bisa tetap menjaga jarak serta menghindari kerumunan,” kata Shabela Abubakar kepada Serambinews.com, Selasa (28/4/2020).
Menurut Shabela Abubakar, salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Aceh Tengah, dengan menerjunkan sejumlah personel Satpol PP dan berkoordinasi dengan jajaran kepolisian setempat, untuk memantau aktifitas masyarakat di pusat-pusat keramaian.
“Kita tetap menyampaikan imbauan. Dengan kata lain, kita jangan berhenti bicara walaupun tidak di dengar,” tuturnya.
Dia mengharapkan, agar masyarakat tetap mematuhi imbauan pemerintah untuk menghindari serta mengantisifasi penyebaran virus corona. Apalagi, tidak bisa diprediksi sampai kapan penyebaran Covid-19 akan berakhir.
“Jadi, tidak bisa hanya pemerintah saja, tetapi harus ada kesadaran dari masyarakat, agar mata rantai Covid-19 bisa diputus,” harap Shabela Abubakar.
Apalagi saat ini, lanjut Shabela, merupakan bulan puasa sehingga semestinya bisa menjadi momen dalam menghentikan penyebaran virus corona dengan tetap berada di rumah serta bisa mengurangi aktifitas di luar rumah.
“Bila tidak terlalu penting, tidak usah keluar rumah. Apalagi, sampai mendatangi kerumunan. Ayo, sama-sama kita perangi Covid-19 ini,” ajaknya.(*)
• Ini Penampakan Jersey Timnas Indonesia Terbaru, Anti Bakteri dengan Harga Rp 789 Ribu Sehelai
• Ini Empat Resep Makanan untuk Sahur yang Mudah Dimasak dan Praktis
• VIDEO - Suasana Pembongkaran CPO Kelapa Sawit di Pelabuhan Jetty Meulaboh Aceh Barat
• Liga Inggris dan Liga Eropa Lainnya Wajib Tentukan Kelanjutan Kompetisi Paling Lambat 25 Mei