Breaking News:

Salam

Kita Tidak Sabar Ingin Hidup Normal Kembali  

Pemerintah menargetkan kasus Covid‑19 bisa menurun pada Juni mendatang. Dengan begitu, ditargetkan pula kondisi sudah normal

Kita Tidak Sabar Ingin Hidup Normal Kembali   
IST
DONI MONARDO, Kepala Gugus Tugas Penanganan Corona

Pemerintah menargetkan kasus Covid‑19 bisa menurun pada Juni mendatang. Dengan begitu, ditargetkan pula kondisi sudah normal pada Juli 2020. Untuk mewujudkan itu, pemerintah meminta kita semua senantiasa taat dan patuh terhadap imbauan‑imbauan dalam menekan penyebaran Covid‑19.

Kepala Gugus Tugas Penanganan Corona, Doni Monardo, meminta seluruh kementerian, lembaga terkait untuk menyampaikan berbagai imbauan pencegahan penyebaran virus Corona dengan berbagai bahasa yang mudah dimengerti masyarakat. "Juga mengajak masyarakat lebih patuh, disiplin dan aparat juga lebih tegas agar pada bulan Juni yang akan datang kita mampu menurunkan kasus Covid‑19 di Indonesia, sehingga bulan Juli diharapkan kita bisa mengawali hidup normal kembali," ujar Doni.

Terkait dengan target atau harapan itu Presiden meminta tes masif Covid‑19 terus dilakukan hingga Mei mendatang. Tes masif harus dibarengi tindakan lanjut, salah satunya dengan pelacakan agresif terhadap mereka yang melakukan kontak dengan pasien positif. "Serta kemudian isolasi yang ketat," tambah Doni.

Doni juga mengungkapkan bahwa sejumlah daerah mengalami kenaikan jumlah kasus positif Covid‑19 dalam beberapa hari terakhir. Di Aceh, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) juga terus bertambah setiap hari. Data update terakhir yang tercatat Senin (27/4/2020), jumlah ODP 1.832 orang. Ada penambahan 55 orang dibandingkan data sehari sebelumnya yang berjumlah 1.777 orang.

Meski jumlah ODP terus bertambah, namun yang masih dalam proses pemantauan petugas kesehatan sebanyak 316 orang dan yang sudah selesai masa pemantauan sebanyak 1.516 orang. "Mereka yang telah selesai menjalani masa observasi lebih banyak dibandingkan yang masih dipantau petugas," kata Juru Bicara Covid‑19 Aceh, Saifullah Abdulgani.

Pasien dalam pengawasan (PDP) jumlahnya 83 orang. Ada penambahan satu kasus dibanding data sehari sebelumnya. Dari 83 PDP tersebut, sebanyak 13 PDP dalam perawatan rumah sakit rujukan Covid‑19,  69 orang sudah pulang dan sehat, dan 1 kasus meninggal dunia.

Sedangkan pasien positif Covid‑19 tetap 9 orang. Rinciannya, 4 dalam perawatan rumah sakit, 4 kasus sebelumnya sudah sembuh, dan 1 orang meninggal dunia.

Bicara soal Corona memang tidak ada pilihan lain bagi kita kecuali mendukung penuh upaya pemerintah. Karena, dengan bersatu, bekerjasama, dan bersinergi, kita yakin bisa mengatasi masalah penyebaran Covid ‑19.

Mengatasi Corona bukan hanya mengajak masyarakat untuk menjaga jarak dan lain‑lain. Namun, menurut Mendagri Tito Karnavian, para pemerintah daerah harus menyusun strategi khusus agar pencegahan virus Corona tidak menimbulkan dampak destruktif kepada aspek lainnya seperti sosial dan ekonomi. Selain itu, Mendagri juga meminta agar kampanye kesehatan harus digalakkan dan informasi terkait penanganan virus Corona harus benar tersampaikan ke masyarakat secara transparan, responsif dan konsisten, termasuk tentang pola hidup sehat, olahraga, makan makanan bergizi, cuci tangan, dan lainnya.

Dalam mengambil kebijakan Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota juga tak perlu ragu‑ragu di tengah keadaan yang sangat darurat ini. Seperti dikatakan Mantan Menkum HAM Hamid Awaluddin, "Di atas segalanya, melarang dan membatasi pergerakan warga dalam kaitan Covid‑19 merupakan ikhtiar pemerintah negara menjalankan kewajibannya, 'melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia' (Pembukaan UUD 1945)".

Pernyataan Hamid Awaluddin itu sekaligus ingin menjawab anggapan bahwa kebebasan beragama sudah dilanggar oleh negara karena rakyat dilarang atau dibatasi secara ketat untuk berkumpul di masjid dan rumah‑rumah ibadah lainnya. Kebijakan pembatasan atau larangan tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan kebebasan beragama.

Negara hanya membatasi, atau melarang warga negara untuk sementara waktu, beribadah di masjid dan tempat‑tempat ibadah nonmuslim karena tempat‑tempat itu termasuk lokasi penularan Covid‑19 secara masif terjadi dan sangat membahayakan hidup warga negara juga.

Kita tak ingin menanggapi tentang keyakinan, sebab yang paling penting sekarang, apa yang bisa kita lakukan untuk membantu pemerintah dalam mencegah Covid‑19, maka lakukanlah agar bencana ini cepat berlalu.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved