Breaking News:

Corona Serang Dunia

AS Catat Korban Tertinggi di Dunia, Singapura di Asia Tenggara

Amerika Serikat terus mencatat korban virus Corona tertinggi di dunia, sebaliknya, Singapura tertinggi di Asia Tenggara

AFP/Johannes EISELE
Seorang pria yang memakai topeng melewati Corona Plaza di stasiun kereta api bawah tanah di Queens, New York, AS, Rabu (29/4/2020). 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON – Amerika Serikat terus mencatat korban virus Corona tertinggi di dunia, sebaliknya, Singapura tertinggi di Asia Tenggara sampai Kamis (30/4/2020) siang.

Lebih dari 3,1 juta orang di seluruh dunia telah dites positif virus Corona, menurut data Johns Hopkins University dan lebih dari 224.000 kematian.

Di Amerika Serikat, sudah lebih dari 1 juta kasus COVID-19 yang dikonfirmasi dan lebih dari 60.000 orang meninggal.

Sedangkan Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan 528 kasus COVID-19 baru pada Kamis (30/4/2020) siang, sehingga totalnya menjadi 16.169 orang atau rekor tertinggi di Asia Tenggara.

Ini terjadi lebih dari seminggu setelah mengkonfirmasi dalam satu hari ditemukan 1.426 kasus baru .

Sebagian besar kasus baru dari pekerja asing yang tinggal di asrama, kata kementerian, mencatat bahwa enam warga Singapura dan penduduk tetap.

Dia menambahkan rincian lebih lanjut akan dibagikan ketika siaran pers harian dikeluarkan pada malam hari.

Lebih dari 50 cluster yang terhubung dengan asrama pekerja asing telah diidentifikasi, termasuk cluster terbesar yang terhubung dengan S11 Dormitory @ Punggol, diikuti oleh Sungei Tengah Lodge dan Tuas View Dormitory.

Ketiganya termasuk di antara  25 asrama  yang telah ditetapkan sebagai daerah isolasi.

Sekitar 300.000 pekerja asing tinggal di asrama di Singapura.

50 Negara Kasus Positif Corona Terbanyak Dunia, Amerika Serikat No 1, Ada Arab Saudi dan Indonesia

Sempat Jadi Negara Teraman, Singapura Geser Indonesia dengan Kasus Positif Corona Terbanyak di ASEAN

Jadi Tim Penanganan Covid-19, Artis Dokter Ini Umumkan Dirinya Positif Virus Corona

Selain itu, Yaman telah mencatat dua kematian pertama akibat virus Corona, pada Rabu (29/4/2020) malam,

Negara yang dilanda perang itu mengkonfirmasi lima kasus baru, yang memicu kekhawatiran akan wabah besar.

Pada Rabu (29/4/2020), Yaman mencatat lima kasus baru COVID-19 di kota keduanya Aden.

Sedangkan Ukraina memiliki 10.406 kasus virus Corona yang dikonfirmasi dan 261 kematian, kata Menteri Kesehatan, Maksym Stepanov pada briefing Kamis.

Pemerintah telah memberlakukan tindakan penguncian sampai 11 Mei dan memperkirakan pandemi akan memuncak di Ukraina awal bulan depan.(*)

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved