Breaking News:

Salam

Kasus Corona Bertambah, Warga Jangan Lengah

JUMAT kemarin kembali kita dengar kabar yang menggetarkan jiwa: bertambah satu lagi pasien positif corona di Aceh, yakni MAH (19),

For Serambinews.com
Tiga warga Kabupaten Bener Meriah yang terindikasi positif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin, Banda Aceh, Jumat (1/4/2020) sekira pukul 20:00 Wib dengan mengunakan tiga unit mobil ambulans. 

JUMAT kemarin kembali kita dengar kabar yang menggetarkan jiwa: bertambah satu lagi pasien positif corona di Aceh, yakni MAH (19), santri asal Aceh Tamiang. Dengan demikian, warga positif Covid-19 di Bumi Serambi Mekkah ini sudah sebelas orang. Sehari sebelumnya, Kamis (30/4/2020), seorang teman MAH, yakni AJ (20) diberitakan positif corona.

Baik MAH maupun AJ merupakan kelompok tujuh santri dari Magetan, Jawa Timur yang pulang kampung ke Aceh Tamiang menjelang meugang puasa Ramadhan. Mereka umumnya menunjukkan gejala Covid-19, apalagi hasil rapid testnya ada yang positif, sehingga langsung dirujuk oleh RSUD Aceh Tamiang ke RSUZA Banda Aceh. Sedangkan santriwatinya yang punya riwayat perjalanan ke Medan, Sumatera Utara, dirujuk ke RSU Cut Meutia, Kota Lhokseumawe.

Apa iktibar penting dari kasus positif corona yang menimpa dua santri ini? Ternyata, orang yang pulang atau mudik ke Aceh dari daerah pandemi Covid-19 patut diduga sebagai kelompok yang rawan corona. Asumsi ini tentunya tak berlebihan mengingat fakta yang ada menunjukkan bahwa dari sebelas pasien positif Covid-19 di Aceh, hanya satu, yakni As (42), perempuan asal Manggeng, Aceh Barat Daya yang tak punya riwayat bepergian ke luar Aceh sebelum dinyatakan positif  orona berdasarkan rapid test awal April lalu.

Pasien corona selain As, semuanya punya riwayat perjalanan ke luar Aceh. Misalnya, ke Bogor, Surabaya, Jakarta, Padang, Batam, dan Medan. Malah ada satu pasien corona di Aceh, yakni YRP (23) terinfeksi virus corona justru saat bulan madu dengan istrinya di Kuala Lumpur, Malaysia. Menyadari fakta bahwa yang positif corona di Aceh umumnya mereka yang sebelumnya bepergian ke luar daerah bahkan ke luar negeri, maka sangatlah pantas kalau kehati-hatian kita terhadap siapa pun yang kembali atau berkunjung ke Aceh di masa Covid-19 ini haruslah sangat kita tingkatkan.

Dengan kata lain, orang-orang seperti ini, baik disertai gejala Covid-19 maupun tidak, patut dicurigai sebagai pembawa virus corona ke Aceh dan dapat pula ia tularkan kepada orang lain. Menyadari realitas ini maka tidak ada jalan lain, pintu gerbang Aceh harus ditutup dari orang-orang yang kembali baik karena pulang kampung maupun mudik puasa atau menjelang Lebaran. Pintu yang ditutup tersebut bukan hanya bandar udara dan pelabuhan laut, tetapi yang terpenting juga adalah empat titik perbatasan Aceh dengan Sumut. Masing-masing di Aceh Tamiang, Gayo Lues, Kota Subulussalam, dan Singkil arah ke Sibolga.

Di empat titik ini harus ada pencekalan atau penapisan terhadap pendatang atau orang Aceh yang ingin mudik, kecuali yang bersangkutan adalah sopir truk angkutan sembako, bahan bangunan, atau alat medis.

Selain dari kriteria itu, siapa pun yang masuk harus dicegah.Paksa ia untuk kembali ke daerah asal tempat  ia bertolak. Petugas harus tegas. Jangan sampai ada pula yang terima sogok. Ketahuilah bahwa dengan kondisi Aceh yang terlalu terbuka bagi pendatang, maka masih ada kemungkinan wabahCovid-19 merebak kembali di Aceh. Yang ada sekarang  baru gejala awal. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terus siaga, jangan lengah dan menganggapremeh, apalagi menganggap prahara corona ini sudah  selesai.

Sekali kita lengah terhadap para pendatang yang pulang dari zona merah Covid-19, seperti halnya Jakarta,Jawa Barat, dan Sumaera Utara, maka jangan sesali dan ratapi fakta memilukan bahwa Aceh nanti bakal kalang kabut mengurusi pasien atau bahkan mayat-mayat korban corona dalam jumlah banyak.  Jadi, lebih baik mencegah sebelum Aceh bernasib setragis Italia, Ekuador, atau bahkan Amerika.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved