Breaking News:

Pangkal Jembatan Ambruk, Warga Jiem-jiem dan Abah Lung Cari Jalan Alternatif

Satu pangkal jembatan (oprit) Jiem-Jiem di Kecamatan Bandarbaru, Pidie Jaya, Jumat (1/5) sekira pukul 18.00 WIB ambruk

Editor: bakri
SERAMBINEWS,COM/ABDULLAH GANI
Pangkal jembatan Jiem-Jiem Kecamatan Bandarbaru, Pidie Jaya, Jumat (1/5/2020) petang ambruk diterjang banjir. 

MEUREUDU - Satu pangkal jembatan (oprit) Jiem-Jiem di Kecamatan Bandarbaru, Pidie Jaya, Jumat (1/5) sekira pukul 18.00 WIB ambruk. Musibah yang kedua kalinya ini terjadi, setelah dua tahun lalu, seiring diguyur hujan deras disusul tingginya permukaan air sungai tersebut.

Ratusan warga di dua desa yang berada di seberang sungai (Abah Lueng dan Jiem-Jiem) terpaksa mencari jalan alternatif. Satu-satunya rute yang dilalui warga pedalaman Bandarbaru jika hendak ke ibukota kecamatan atau gampong tetangga melalui jalan irigasi tembus ke Gampog Sarah Panyang, selanjutnya ke Keude Luengputu, Ibu Kota Kecamatan Bandarbaru.

Kadis PU Pijay, Rizal Fikar ST yang dikonfirmasi Serambi mengatakan untuk penanggulangan secara darurat, pihaknya akan membangun jembatan sementara dari pohon kelapa atau leger bekas.  Disebutkan, jembatan itu hanya sementara agar kendaraan roda dua dan empat bisa melintas lagi. "Yang penting warga Jiem-jiem dan Abah Lung bisa melintas lagi ," imbuhnya.

Ditambahkan, sekitar dua tahun lalu, pangkal jembatan tersebut juga pernah ambruk dihantam banjir dan kini terulang kembali di tempat yang sama. Dia mengatakan kabid dan staf sudah ke lapangan untuk memeriksa sekaligus mendesain posisi jembatan yang bakal dbangun.

Sedangkan Kalak-BPBD Pijay, Okta Handipa, yang dihubungi Serambi juga mengatakan hal sama, dmana pangkal jembatan yang putus digerus banjir, perlu segera ditanggulangi secara darurat agar masyarakat tak terisolir. Beberapa petugas BPBD, lanjut Okta, juga sudah ditugaskan kesana untuk mengamati langsung.

Pantauan Serambi, Sabtu (2/5) pagi, pangkal jembatan kerangka baja Jiem-Jiem yang ambruk sekitar 20 meter lebih. Mantan Keuchik Jiem-Jiem, Abdurrahman mengaku prihatin dengan musibah tersebut, apalagi saat ini bulan Ramadhan yang tentunya banyak warga yang lalu lalang menuju pasar Leungputu.

Dia mengatakan sambil menunggu dibangunnya jembatan darurat  di lokasi yang ambruk, masyarakat harus melewati jalan pinggiran irigasi Jem-Jiem dengan sepeda motor.  Disebutkan, dengan musim hujan seperti ini, rute tersebut agak sulit dilalui karena licin dan masyarakat berharap supaya sesegera mungkin menangani pangkal jembatan yang sudah putus digerus banjir tersebut.(ag)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved