Breaking News:

Bantuan Corona

Warga Aceh Tengah Pertanyakan Bantuan Dampak Virus Corona

Sebagian warga di Aceh Tengah mengaku “cemburu” dengan daerah lain yang warganya sudah menerima bantuan, meskipun tak terdampak langsung Covid-19.

Penulis: Mahyadi | Editor: Taufik Hidayat
HUMAS PEMERINTAH ACEH
Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersama istri didampingi Sekda Aceh Taqwallah pada peluncuran program pembagian sembako secara simbolis untuk masyarakat Kota Banda Aceh, Aceh Besar, dan Pidie, di Kantor Dinsos Aceh, Kamis (9/4/2020). 

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Sebagian warga Kabupaten Aceh Tengah, mempertanyakan bantuan dari pemerintah setempat, terkait dengan dampak penyebaran virus corona (Covid-19). Pasalnya sejak heboh penyebaran virus corona sebagian warga mengaku belum tersentuh bantuan apapun.

Sebagian warga di kota dingin itu, mengaku “cemburu” dengan daerah lain yang sudah mendistribusikan bantuan kepada warganya, meskipun tak terdampak langsung.

“Jangankan untuk kebutuhan pokok, untuk satu sabun saja tidak ada sampai sekarang,” keluh salah seorang warga Takengon, Nur Aisyah kepada Serambinews.com, Minggu (3/5/2020). 

Menurut Nur Aisyah, dampak virus corona sangat dirasakan oleh masyarakat, khususnya dari sisi ekonomi. Meskipun tidak terdampak langsung, tetapi sebagian warga mulai kesulitan untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok.

“Apalagi sekarang kita sedang bulan puasa, semua jadi serba sulit. Jadi mana katanya pemerintah mau beri bantuan,” ungkapnya.

Nur Aisyah menyebutkan, melihat informasi yang berkembang akhir-akhir ini, pemerintah akan segera memberikan bantuan kepada masyarakat, tetapi realisasinya belum terlihat.

“Kita lihat beberapa daerah, sudah ada realisasinya. Daerah kita, adem adem saja. Tentu kita sangat butuh bantuan melihat kondisi saat ini,” sebutnya.

Hal senada disampaikan Rizal salah seorang warga  Aceh Tengah lainnya. Menurut Rizal, pemerintah dalam menyalurkan bantuan seakan tebang pilih karena tidak merata. Alasanya, hampir seluruh masyarakat terkena dampak virus corona bukan hanya sekelompok orang saja.

“Beberapa kali pemerintah menyalurkan bantuan, tapi hanya untuk beberapa kelompok saja. Kami juga terdampak, kok nggak dapat bantuan,” tanya Rizal.

Menurutnya, kondisi ekonomi sebagian masyarakat semakin terpuruk karena tidak bisa beraktifitas untuk mencari rezeki lantaran dampak virus corona.

“Sekarang kami tidak lagi memikirkan kebutuhan untuk lebaran karena untuk sekarang saja sudah susah. Tentu dengan adanya bantuan, paling tidak bisa bertahan untuk beberapa hari ke depan,” akunya. 

Dampak penyebaran virus corona, juga sangat dirasakan oleh para petani kopi arabika Gayo. Sejak mewabahnya virus corona, harga kopi di tataran pedagang lokal anjlok bahkan nyaris tidak ada pembeli.

Hampir semua sektor di daerah dingin itu, bergantung pada hasil panen kopi karena jika kopi tidak laku, berimbas pada lemahnya daya beli masyarakat untuk berbagai kebutuhan.(*)

VIDEO - Banjir di Aceh Barat Genangi Badan Jalan dan Rumah Warga. Tidak Ada Pengungsian

Mengenang 21 Tahun Tragedi Simpang KKA, Begini Kronologis Versi Catatan Serambi Hingga Rekaman Video

VIDEO - Mengenang 21 Tahun Tragedi Berdarah Simpang KKA

Pasien Positif Covid-19 Pukul Perawat, Berulah Lagi Akibat Tak Diizinkan Pulang

Bayi Meninggal Akibat Terlambat Penanganan, Sempat Ditolak RS Dengan Alasan Ruangan Penuh

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved