Breaking News:

Salam

Awas, Masih Ada Virus Corona di Sekitar Kita

Satu lagi remaja laki‑laki asal Kabupaten Aceh Tamiang yang selama ini belajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Temboro

Foto kiriman warga
Tim medis RSU Datu Beru, Takengon, melakukan pemeriksaan Rapid Test terhadap salah seorang santriwati yang baru pulang dari Pesantren Temboro Magetan Jawa Timur. 

Satu lagi remaja laki‑laki asal Kabupaten Aceh Tamiang yang selama ini belajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Temboro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dinyatakan positif Covid‑19 dan sedang dirawat di RSUZA Banda Aceh. Sebelumnya, dua rekannya yang sama‑sama nyantri di Megetan juga positif Covid‑19 berdasarkan hasil uji swab dengan sistem Real Time Polymerase Cahin Reaction (RT‑PCR) di Balai Litbangkes Aceh, Lambaro, Aceh Besar. Yang mencemaskan, menurut informasi, ada 75 anak‑anak Aceh yang belajar di pesantren itu, sejak beberapa pekan terakhir sudah berada di kampung halamannya masing‑masing. Pertanyaannya apakah semua mereka sudah menjalani karantina serta apakah mereka sudah dilakukan rapid tes dan uji swab?

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid‑19 Aceh, Saifullah Abdulgani, dua sntri lainnya dari Magetan yang sebelumnya dinyatakan positif Covid‑19, setelah beberapa hariu dirawat di RSUZA Banda Aceh, dinyatakan sembuh berdasarkan hasil uji swab berkali‑kali.

Menurut data Gugus Tugas Covid‑19 Aceh Bidang Kesehatan, sebanyak 75 orang santri yang mondok di Ponpes Temboro, Magetan, Jatim, sudah pulang ke Aceh. Mereka menyebar di sejumlah kabupaten/kota di Aceh.

Para santri dari pesantren itu juga sudah pulang ke berbagai kabupaten kota di sejumlah provinsi. Setiba di daerahnya masing‑masing, sebagian besar mereka memang terbukti terinfeksi virus Corona. Bahkan, menurut Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid‑19 di Jatim, Dokter Kohar Hari Santoso, ada delapan santri pesantren itu yang asal Malaysia, Kamboja, Filipina, dan Thailand juga terinfeksi virus itu.

Yang ingin kita katakan bahwa santri‑sanstri Ponpes Temboro terindikasi sudah terinfeksi Covid‑19 sejak berada di lingkungan ponpesnya. Oleh sebab itu, semua santri Al Falah asal Aceh yang kini  sudah berada di kampung halamannya masing‑masing, wajib dilakukan uji swab agar tak ada kecemasan dalam keluarga dan masyarakat.

Para santri yang umumnya masih berusia belia itu harus diberi pengertian agar berjiwa besar demi menjaga kenyamanan bersama, termasuk dirinya sendiri. Jadi, selain dilakukan rapid tes yang hasilnya terkadang meragukan, lebih baik dilakukan uji swab yang sekarang sudah ada di Aceh.

Selanjutnya SAG mengatakan, Gugus Tugas Covid‑19 Bidang Kesehatan Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Tamiang menerapkan protokol kesehatan terhadap keluarga dan kontak erat si santri yang positif  Corona  di Aceh Tamiang. Pemerintah meminta keluarga dan kerabat dekat si santri itu supaya mengikuti protokol kesehatan secara disiplin.

Langkah antisipasi lainnya, para santri yang pulang dari klaster Magetan juga akan diambil swab untuk diperiksa dengan RT‑PCR oleh Gugus Tugas Covid‑19, karena sudah tiga orang terbukti terinfeksi virus Corona. Kita mengapresiasi langkah tersebut, meskipun sebetulnya agak terlambat.

Kasus‑kasus itu membuktikan bahwa, semua pasien yang terinfeksi Corona di Aceh itu memiliki riwayat perjalanan ke luar Aceh, khususnya Malaysia, Pulau Jawa, dan Sumatera Utara yang merupakan episentrum Corona. Dan, hal itu sekaligus memberi pelajaran kepada kita supaya mematuhi anjuran pemerintah tentang physical dan social distancing serta tidak mudik Ramadhan dan Idul Fitri nanti.

Imbauan tidak mudik itu berlaku juga bagi kita yang berada di Aceh. Misalnya, pada saat Hari Raya nanti tidak pulang kampung ke Sigli, Lhokseumawe, Meulaboh, dan lain‑lain. Jadi, larangan mudik itu bukan hanya untuk saudara‑saudara kita di luar Aceh dan luar negeri.

Tak perlu berkecil hati, jika Corona ini cepat lenyap dari negeri ini, pemerintah sudah mewacanakan libur khusus bagi kita semua untuk bersilaturahmi atau mudik ke kampung halaman masing‑masing sebagai pengganti mudik Lebaran 1441 Hijriyah.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved