Banjir Luapan Rendam Trumon, Pea Bumbung, Singkil Masih Tergenang
Banjir luapan merendam sejumlah gampong di Kecamatan Trumon Tengah dam Trumon Timur, Aceh Selatan, Senin (4/5/2020)
TAPAKTUAN - Banjir luapan merendam sejumlah gampong di Kecamatan Trumon Tengah dam Trumon Timur, Aceh Selatan, Senin (4/5/2020). Sedangkan pemukiman penduduk Pea Bumbung di Kecamatan Singkil, Aceh Singkil juga masih tergenang banjir hingga, Senin kemarin. Sebaliknya, banjir yang merendami lima desa di Kecamatan Tripa Makmur, Nagan Raya pada Senin sudah surut total.
Camat Trumon Tengah, Tahta Amrullah SSTP yang dikonfirmasi Serambi, Senin (4/5/2020), membenarkan, bahwa dampak meluapnya Sungai Cot Bayu di Kecamatan Trumon Tengah mengakibatkan akses jalan dan rumah penduduk di Gampong Cot Bayu mulai tergenang banjir. "Menurut informasi yang kami terima dari keuchik setempat, banjir mulai terjadi Sabtu (2/5/2020) sore," kata Tahta Amrullah. "Untuk saat ini, masyarakat yang ingin melintas dibantu speedboat milik Pos Damkar Trumon Tengah. Banjir ini merupakan dampak dari hujan yang turun sejak sepekan ini," imbuh dia.
Secara terpisah, Komandan Kompi (Danki) Brimob Kompi C Trumon Aceh Selatan, Iptu Imanta Purba dalam Grup WhatApp Info Ops SAR Aceh Selatan melaporkan, bahwa situasi terakhir sampai Senin kemarin, Gampong Lhok Raya mulai direndam banjir dengan ketinggian air sudah mencapai 50 cm. "Sebagian masyarakat Gampong Lhok Raya sudah mulai berkemas-kemas barang untuk mengungsi ke tempat dataran tinggi," ucap Danki Brimob Kompi C Trumon Aceh Selatan.
Menangapi laporan tersebut, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Selatan, Cut Syazalisma menjelaskan, bahwa tim dari Tapaktuan segera meluncur ke lokasi untuk langkah penanganan dan meminta bantuan Danki Brimob dalam mempersiapkan tempat pengungsian bagi warga.
"Evakuasi dini masyarakat harus dilakukan mengingat kondisi hujan di hulu masih berlangsung. Kemudian pemenuhan logistik makanan bagi masyarakat perlu disiapkan lantaran kondisi peralatan dapur dan bahan makanan terendam," tukas Cut Syazalisma.
Ia menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, banjir genangan di Trumon dengan ketinggian bervariasi antara 30 cm sampai dengan 50 cm itu juga turut mengenangi badan jalan di beberapa gampong dalam dua kecamatan tersebut. "Data terdampak sementara di Trumon Timur adalah Gampong Seunobok Pusaka 6 rumah dengan jumlah 13 KK atau 24 jiwa. Sedangkan di Trumon Tengah, Gampong Lhok Raya sebanyak 25 rumah dengan 46 KK dan 98 jiwa. Sementara di Gampong Cot Bayu, air belum menggenangi rumah warga," beber Cut Syazalisma.
Kondisi mutakhir, lanjut Kalak BPBD Aceh Selatan, warga masih bertahan di rumahnya dan belum mau dievakuasi. Namun demikian, tukas dia, pihaknya terus berkoorinasi dengan instansi terkait menyangkut perkembangan banjir luapan di dua kecamatan tersebut.
Banjir Singkil
Di kabupaten lain, banjir dilaporkan masih menggenangi pemukiman warga Pea Bumbung, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil hingga Senin (4/5/2020). Namun begitu, ketinggiannya berkurang dari sehari sebelumnya menjadi 30 centimeter. Turunnya debit air karena hujan tidak lagi mengguyur wilayah Aceh Singkil dalam dua hari terakhir. "Air sudah mulai surut berkisar 30 cm di halaman rumah warga," kata Mansur, warga Pea Bumbung kepada Serambi, kemarin.
Meski kebanjiran, aktivitas warga masih normal. Hanya saja ketika ke luar masuk rumah mereka harus rela basah-basahan karena melewati genangan banjir di pekarangan.
Daerah lain yang pekarangan rumahnya masih tergenang banjir adalah Desa Ujung Bawang. Tapi tidak semua pekarangan rumah di sana tergenang. Hanya rumah yang berada di posisi sebelah kiri jalan dari arah Singkil saja yang terendam. Sedangkan yang sebelah kanan tak tersentuh air. Banjir juga masih menggenangi jalan menuju Rantau Gedang dan Teluk Rumbia. Jalan tersebut tergenang lantaran posisinya lebih rendah dari pemukiman.
Sementara itu, banjir yang merendami lima desa di Kecamatan Tripa Makmur, Nagan Raya, Senin (4/5/2020), sudah surut total. Warga yang rumahnya sempat terendam mulai membersihkan bekas banjir. Selain pemukiman, banjir di jalan Langkak-Lamie juga sudah kering sehingga transportrasi darat kembali lancar. Lima desa yang sempat terendam banjir meliputi Desa Ujong Krueng, Neubok Yee, Pasie Keubedom, Babah Lueng, dan Drien Tujoeh.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Nagan Raya, Mistar didampingi tim Pusdalops, Agus Salim kepada Serambi, Senin kemarin, mengatakan, banjir yang melanda lima desa di Tripa Makmur itu sudah surut total. Ia melanjutkan, luapan Krueng Lamie juga tidak ada lagi. “Kita berharap banjir susulan tidak terjadi lagi,” harapnya. (tz/de)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/banjir-luapan-kepung-trumon-timur.jpg)