Jumat, 8 Mei 2026

Virus Corona Serang Dunia

India Longgarkan Lockdown Covid-19, Warga Antre Beli Minuman Keras

Polisi di India mengayunkan tongkat pemukul untuk mengurai massa yang tengah mengantre di toko minuman keras.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami

SERAMBINEWS.COM, NEW DELHI - Polisi di India mengayunkan tongkat pemukul untuk mengurai massa yang tengah mengantre di toko minuman keras.

Antrean itu terjadi setelah pemerintah mulai melonggarkan aturan lockdown untuk memerangi penyebaran Covid-19 selama 40 hari terakhir.

Sejumlah pemimpin negara bagian memutuskan toko minuman keras bisa dibuka lebih dahulu, mengingat penjualan alkohol jadi pendapatan utama mereka.

Pemerintah Delhi, misalnya. Pada Senin malam waktu setempat, mereka menerapkan harga spesial corona" sebesar 70 persen untuk meningkatkan pendapatan wilayah.

Sejak akhir Maret, pemerintah India menerapkan lockdown terbesar di dunia untuk memutus rantai infeksi pandemi Covid-19.

Dilansir AFP Selasa (5/5/2020), negara berpopulasi 1,3 miliar jiwa itu melaporkan 42.500 kasus positif virus corona dengan 1.400 korban meninggal.

Dampak dari penerapan karantina itu, jutaan pekerja migran kehilangan mata pencaharian mereka, dan menjadi pukulan telak bagi ekonomi terbesar ketiga Asia itu.

April lalu, otoritas memberlakukan keringanan bagi sektor pertanian dan industri untuk menggerakkan kembali roda usaha mereka.

Kemudian pada Senin, sejumlah kantor dibuka dengan catatan hanya boleh diisi sepertiga kapasitas.

Sejumlah kendaraan dilaporkan juga mulai melintas di jalanan.

Pihak berwenang sebenarnya sudah menggambar lingkaran dari kapur sebagai penanda agar masyarakat menaati pembatasan sosial saat mengantre.

Namun, upaya itu gagal karena massa sudah berjejal sejak pagi buta.

"Kami sudah dikurung selama satu bulan," kata Asit Banerjee."

Alkohol tentu akan memberikan energi kepada kami guna melewati wabah ini," jelas warga berusia 55 tahun yang berasal dari Kolkata itu.

Untuk membuat masyarakat tertib, polisi di Delhi dan kota besar lainnya menggunakan lathi, tongkat panjang yang terbuat dari bambu.

Di Ghaziabad, kota di Negara Bagian Uttar Pradesh, kepolisian langsung menutup toko miras tak lama setelah dibuka karena mengularnya antrean massa.

"Salah satu toko dibuka saat pagi. Namun, kerusuhan langsung pecah begitu massa sudah berkumpul," ujar salah satu polisi yang tak disebutkan identitasnya.

 Namun, ratusan orang tak menyerah, dan pergi ke kota sebelah atau tetap menunggu dengan harapan toko alkohol itu bakal kembali dibuka.

"Saya melakukan ini karena tidak ada yang saya kerjakan di rumah," kata Deepak Kumar, warga berumur 30 tahun yang menunggu di jalanan kota Delhi.

Sagar, pria berusia 25 tahun, mengaku dia cukup beruntung bisa membeli apa yang dia inginkan ketika pergi ke toko pukul 07.30 waktu lokal.

"Ada sekitar 20-25 orang yang sudah mengantre sejak pagi.

Selama dua jam, lima orang diizinkan masuk sebelum ditutup lagi," kata Sagar yang membeli beberapa wine.

Di negara bagian lain seperti Maharashtra, sejumlah toko miras memutuskan tetap tutup karena terdapat kebingungan siapa saja yang boleh buka.

Meski ilegal di sejumlah tempat seperti Gujarat, kampung halaman Perdana Menteri Narendra Modi, konsumsi alkohol meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Sebabnya, jumlah kalangan menegah di Negara "Bollywood" mengalami peningkatan.

Saat Jenazah Didi Kempot Dimakamkan, Istrinya Saputri Pingsan dan Harus Digotong

Hasil Swab, Satu Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Sarkawi Imbau Warga Lebih Waspada 

Fokusgampi Banda Aceh Desak Abusyik Transparan Kelola Dana Covid-19

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "India Longgarkan Lockdown Covid-19, Warga Antre Beli Minuman Keras"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved