Rabu, 8 April 2026

Berita Banda Aceh

Nazaruddin Dek Gam Minta Pemerintah Aceh tak Potong Dana Bantuan Dayah

Anggota DPR RI, Nazaruddin Dek Gam meminta Pemerintah Aceh meninjau ulang terkait pemotongan dana untuk dayah-dayah di Aceh yang telah dianggarkan..

Penulis: Jalimin | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Anggota DPR-RI, Nazaruddin Dek Gam. 

Laporan Jalimin | Banda Aceh  

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anggota DPR RI, Nazaruddin Dek Gam meminta Pemerintah Aceh meninjau ulang terkait pemotongan dana untuk dayah-dayah di Aceh yang telah dianggarkan dalam APBA tahun 2020.

Dek Gam sangat tidak sepakat apabila dana untuk dayah dipotong meskipun untuk memenuhi desakan dari Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan tentang Percepatan dan Penyesuaian APBD tahun 2020 dalam rangka penanganan Covid-19.

"Saya selaku wakil rakyat Aceh di Senayan meminta Pemerintah Aceh untuk meninjau ulang pemotongan dana bantuan dayah," kata Nazaruddin Dek Gam, Minggu (3/5/2020) di Banda Aceh. 

Menurut Dek Gam, masih banyak pos-pos anggaran lain bersumber dari APBA yang bisa dialihkan untuk penanganan Corona Virus Disease (Covid) 19. Pasalnya dalam kondisi pandemi seperti ini, dayah-dayah di Aceh sangat membutuhkan bantuan dalam rangka menjalankan operasional dayah sehari-hari. 

"Bantuan untuk dayah jangan diganggu, karena dayah-dayah di Aceh sangat membutuhkan dana tersebut, apalagi dalam situasi dan kondisi yang seperti sekarang ini," ujar Dek Gam yang juga Presiden Persiraja Banda Aceh. 

Bahkan, Dek Gam mengaku sudah menerima berbagai keluhan dari dayah-dayah di Aceh terkait pemotongan tersebut. Selaku wakil rakyat, katanya, dirinya merasa terpanggil untuk memperjuangkan aspirasi dayah-dayah yang meminta agar dana bantuan tersebut tidak dipangkas. 

"Kenapa harus dana bantuan dayah yang harus dipotong, dana proyek multiyear yang harusnya dipotong habis untuk menangani virus corona, bukan malah dana dayah, yang mereka juga sangat membutuhkan bantuan itu," ujarnya.

Politisi PAN tersebut juga menyebutkan kalau dayah itu menjadi simbul ke-Acehan, bahkan Badan Dayah sendiri lahir setelah adanya MoU Helsinki, sehingga sangat tidak wajar apabila dana untuk dayah juga harus dikorbankan untuk membantu penanganan virus corona. 

"Badan Dayah hanya di Aceh ada, daerah lain tidak ada, dan dana bantuan untuk dayah sangat mendesak. Sekarang Pemerintah Aceh bisa memotong dana di dinas-dinas yang tidak mendesak dan bisa ditunda, anggaran APBA sangat besar. Saya yakin kalau dana dayah tidak dipotong, anggaran yang sudah ada sudah cukup untuk membantu penanganan corona," jelas Anggota Komisi 3 DPR RI itu. 

Selain itu, Dek Gam juga meminta kepada publik untuk terus mengawal terkait pengelolaan anggaran dalam rangka penanganan Covid-19 di Aceh. Keterlibatan publik sangat penting agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan benar-benar untuk orang yang membutuhkan. 

"Mari kita kawal bersama pengelolaan anggaran Aceh, agar anggaran yang sangat besar itu benar-benar bisa bermanfaat untuk masyarakat, " pungkas Nazaruddin Dek Gam.(*) 

Satgas Covid-19 Lakukan Pemeriksaan Kesehatan untuk Pejabat dan Staf BNN Aceh  

Yonif Raider 112/DJ Beri Bantuan Sembako ke Masyarakat

Anggota DPRK Aceh Besar Bagikan 1.200 Paket Sembako, Ini Penjelasan Hanifullah

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved