Breaking News:

Ramai Soal Hadis Palsu Huru-Hara di Jumat Tengah Ramadan, Ini Penjelasan Ustaz Syafiq Riza Basalamah

“Hadist ini adalah palsu. Hukum hadist ini palsu alias munkar tidak punya dasar dari perawi yang tsiqah,” katanya.

Antaranews Via Kompas.com
Suasana di Kota Wamena, Papua, pada Senin (23/9/2019). 

SERAMBINEWS.COM - Penceramah Ustadz Syafiq Riza Basalamah menyampaikan penjelasan tentang beredarnya hadis palsu yang menjelaskan akan terjadi huru-hara ketika pertengahan Ramadan jatuh pada Hari Jumat.

Lewat akun you tubenya, Ustadz Syafiq Riza menerangkan bahwa hadis tersebut palsu.

“Hadist ini adalah palsu. Hukum hadist ini palsu alias munkar tidak punya dasar dari perawi yang tsiqah,” katanya.

"Ibnul Jauzi mengatakan, hadist ini palsu atas nama Nabi Muhammad SAW. Syaikh Albani juga mengatakan hadist ini palsu. Maka hadist palsu tidak boleh diamalkan," ujarnya.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelasakan bahwa:

"Hadis tersebut tidak memiliki dasar dari keshahihannya. Bahkan hadis ini batil dan dusta. Betapa banyak tahun-tahun yang telah berlalu dari kaum muslimin yang di dalamnya ada momen dimana malam Jumat bertepatan dengan malam pertengahan bulan Ramadan. Namun, Alhamdulillah tidak pernah terjadi huru-hara sebagaimana yang telah disebutkan para pendusta tersebut baik yang berupa suara dahsyat atau yang lainnya.

Ini Daftar ASN yang Tak Menerima THR Tahun Ini, Siapa Saja?

6 Cara Mencegah Bau Mulut Selama Berpuasa, Perhatikan Hal Ini

Kisah Petinju Muhammad Ali Memeluk Islam hingga Disebut Seperti Bom Hirosima bagi Publik Amerika

Maka dari itu, perlu dicamkan oleh siapa saja yang telah mengetahui penjelasan ini, bahwasanya tidak boleh baginya menyebarkan hadis batil tersebut.

Bahkan wajib baginya merobek, membinasakan, dan memperingatkan (orang lain) akan kebatilannya."

Ustadz Syafiq Riza menambahkan, Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid hafidzahullah juga mengomentari hadis tentang huru-hara dan malapetaka yang konon akan terjadi pada tanggal 15 Ramadan apabila bertepatan dengan hari Jumat, beliau berkata:

هذا الحديث منكر لا يصح، لم يرد بسند مقبول، ولم يثبت من كلام النبي صلى الله عليه وسلم، كما أن الواقع يكذبه ويرده، فقد وافق في أعوام كثيرة سابقة مجيء يوم الجمعة في الخامس عشر من رمضان، ولذلك حكم عليه العلماء بالوضع والكذب

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved