Luar Negeri

Tampil di Tengah Covid-19, Penari Kuil Erawan di Thailand Kenakan Pelindung Wajah Transparan

Namun, karena terbatasnya ruang di kuil, penari tidak dapat menjaga jarak sosial. Inilah yang membuat mereka mengenakan pelindung wajah transparan.

SIN CHEW
Para penari yang bertugas menari di Erawan Shrine of Thailand atau Kuil Erawan, semuanya memakai penutup wajah transparan untuk mencegah infeksi akibat virus corona. 

SERAMBINEWS.COM - Erawan Shrine atau Kuil Erawan di Thailand telah dibuka kembali sejak 1 Mei oleh pemerintah Bangkok.

Setelah dibuka kembali, kuil ini ramai dikunjungi penganut Budha untuk berdoa.

Salah satu ritual dari doa itu adalah memberikan uang kepada para penari.

Dikutip Serambinews.com dari SIN CHEW, orang-orang ini ramai datang ke Kuil Erawan karena menjelang Hari Raya Waisak yang jatuh pada Kamis 7 Mei 2020 hari ini. 

Karena kondisi dunia, termasuk Thailand, yang masih belum lepas dari wabah Covid-19, membuat para penari mengenakan pelindung wajah.

Para penari yang bertugas menari untuk menyediakan layanan, semuanya memakai pelindung wajah untuk mencegah infeksi akibat virus corona.

Keanggunan dan ketenangan para penari tidak terlihat berkurang sedikit pun meskipun ada perisai penutup wajah mereka.

Para penari yang bertugas menari untuk menyediakan layanan, semuanya memakai penutup wajah untuk mencegah infeksi akibat virus corona
Para penari yang bertugas menari untuk menyediakan layanan, semuanya memakai penutup wajah untuk mencegah infeksi akibat virus corona (SIN CHEW)

Sin Chew melaporkan bahwa banyak orang percaya telah berbondong-bondong ke kuil Erawan untuk membuat keinginan mereka.

Laporan media Thailand, "Great Brahma Erawan Shrine" adalah altar yang paling dihormati di Bangkok.

Menurut adat istiadat tradisional, orang percaya yang mengunjungi kuil biasanya menghabiskan uang untuk meminta para penari untuk menari tarian tradisional Thailand.

Terbatasnya ruang di kuil, penari tidak dapat menjaga jarak sosial.
Inilah yang membuat mereka mengenakan pelindung wajah transparan.
Terbatasnya ruang di kuil, penari tidak dapat menjaga jarak sosial. Inilah yang membuat mereka mengenakan pelindung wajah transparan. (SIN CHEW)

Namun, karena terbatasnya ruang di kuil, penari tidak dapat menjaga jarak sosial.

Inilah yang membuat mereka mengenakan pelindung wajah transparan.

Laporan itu menunjukkan bahwa jika epidemi penyakit yang diakibatkan virus corona tidak dapat ditekan dalam jangka pendek, para penari di altar juga akan mempertahankan "normal baru" ini untuk waktu yang lama.

Hingga 7 Mei, Thailand dilaporkan memiliki 2.992 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi dengan 55 kematian dan 2.772 pasien telah pulih.(Serambinews.com/Firdha Ustin)

Penulis: Firdha Ustin
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved