Breaking News:

Salam

Mestinya PLN Menjelaskan Sejak Awal kepada Palanggan

Beberapa warga di Banda Aceh mengaku taguhan listriknya pada bulan Mei 2020 sangat membengkak dibanding tagihan pemakaian

For Serambinews.com
Screenshot Warga kota Lhokseumawe, saat mengecek tagihan Listrik di Bulan Mei yang melonjak drastis dari bulan sebelumnya. 

Beberapa warga di Banda Aceh mengaku taguhan listriknya pada bulan Mei 2020 sangat membengkak dibanding tagihan pemakaian bulan‑bulan sebelumnya. Sebagaimana dilansir harian ini dua hari lalu, ada warga yang mengaku rekening listriknya naik 100 persen, ada yang 200 persen, bahkan ada yang 300 persen!

Bukhari, pelanggan PLN di Banda Aceh, menyebutkan, pada Maret 2020, ia membayar tagihan listrik Rp 1.213.050 dan April Rp 1.074.473. Namun, pada Mei 2020 "loncat" jauh menjadi Rp 2.894.847. "Saya akui memang ada penambahan pemakaian listrik pada masa virus Corona ini karena kami lebih sering berada di rumah. Tapi, kalau naiknya sampai tiga kali lipat rasanya juga berlebihan," ungkap Bukhari.

Ia menilai, kenaikan tagihan hampir tiga kali lipat ini lebih cocok untuk industri, bukan biaya listrik rumah tangga. "Jadi, saya putuskan tidak membayar dulu tagihan listrik bulan ini. Rasanya tidak masuk akal kenaikannya berlipat‑lipat dibanding selama ini," pungkasnya.

Padahal, sebelumnya Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan tarif dasar listrik seluruh golongan tidak mengalami kenaikan, termasuk rumah tangga daya 900 Volt Ampere (VA) Rumah Tangga Mampu (RTM) dan di atasnya. Penetapan tarif dilakukan tiga bulan sekali oleh pemerintah. Untuk tarif April hingga saat ini dinyatakan tetap, yakni sama dengan periode 3 bulan sebelumnya.

"Kami pastikan saat ini tidak ada kenaikan listrik, harga masih tetap sama dengan periode tiga bulan sebelumnya. Bahkan sejak tahun 2017 tarif listrik ini tidak pernah mengalami kenaikan," kata Executive Vice President Corporate Communcation and CSR, I Made Suprateka dalam keterangan resminya, akhir pekan lalu.

Menjawab keluhan banyak warga, PLN menyebut peningkatan tagihan rekening listrik pada pelanggan rumah tangga lebih disebabkan meningkatnya penggunaan masyarakat akibat adanya pandemi virus Corona yang membuat masyarakat banyak melakukan aktivitas di rumah.

Akan tetapi, penjelasan PLN itu tidak memuaskan banyak masyarakat. Banyak pelanggan PLN merasa pemakaian listrik mereka tidak terlalu meningkat, namun tagihannya melonjak berkali‑kali lipat dari sebelum adanya pandemi Covid‑19. Instagram resmi PLN dengan akun @pln_id pun menjadi sasaran protes kemarahan sejumlah netizen  sejak Sabtu (2/5/2020) lalu. Beberapa di antaranya melaporkan kenaikan tagihan listrik hingga berkali‑kali lipat.

Di balik angka‑angka tagihan rekening listrik yang fantastis itu, kita melihat ada persoalan lain yang membuat banyak pelanggan PLN terkejut setengah mati melihat angka tagihan yang membengkak. Penjelasan PLN setelah dipersoalkan warga memang masuk akal. Namun, yang menjadi persoalan, mengapa tidak sejak awal pihak PLN mensosialisasikan kebijakannya kepada masyarakat?

Kita dukung sikap PLN yang tidak melakukan pencatatan meter bagi pelanggan pascabayar selama masa pandemi Covid‑19 ini. Yang membuat masyarakat kecewa tentu karena mereka tidak athu ada kebijakan seperti itu. Mestinya sejak awal PLN sudah menjelaskan kepada pelanggan bahwa ada perubahan sistem pencatatan atau sistem penetapan besaran tagihan listrik selama pandemi Corona. Dijelaskan juga ke pelanggan bahwa konsekuensi dari perubahan itu, akan terjadi pembengkakan tagihan pada bulan‑bulan tertentu. Begitulah kira‑kira mestinya PLN menjelaskan sehingga masyarakat tidak bingung ketika melihat tagihan rekening listrik yang membengkak seperti sekarang ini.

Lalu, sampai kemarin PLN belum juga menjelaskan apakah pelanggan‑pelanggan yang tagihannya normal‑normal saja selama pandemi Corona ini, nantinya juga akan terjadi pembengkakan pada tagihan bulan Juni atau Juli? Ini menjadi pertanyaan banyak pelanggan, mereka takut jangan‑jangan bulan depan juga akan ketiban tagihan listrik yang "bengkak".

Kita berharap dengan munculnya keluhan pelanggan PLN di seantero tanah air karena tagihan listriknya mendadak membengkak, menjadi pelajaran bagi PLN dalam melayani pelanggan. Dan, terkait dengan pelayanan ini, di Banda Aceh dan beberapa daerah lainnya, dalam beberapa hari terakhir sangat sering padam listrik. Sehari bisa lima atau enam kali padam. Tidak lama‑lama memang, tapi sangat menggangu, apalagi sedang makan sahur atau sedang buka puasa. Ini harus menjadi perhatian PLN yang sudah sering berjanji memberi pelayanan terbaik.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved