Jumat, 12 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Atlet Panahan Aceh Konsisten dan Serius Jalani Pelatda PON

Para atlet panahan Aceh konsisten dan serius menjalani pemusatan latihan daerah (Pelatda) sebagai persiapan menghadapi PON XX /2020 Papua..

Tayang:
Penulis: Jalimin | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Atlet panahan Aceh sedang berlatih di Lapangan Lamreung, Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar. 

 

Laporan Jalimin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Para atlet panahan Aceh  konsisten dan serius menjalani pemusatan latihan daerah (Pelatda) sebagai persiapan menghadapi PON XX /2020 Papua, sejak Oktober 2019 hingga pertengahan Ramadhan di tengah pandemi corona virus desease 2019 (Covid-19) ini.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Panahan Indonesia (Pengprov Perpani) Aceh, Dr Nyak Amir MPd kepada Serambinews.com di Banda Aceh, Jumat (8/5/2020) mengatakan, para atlet panahan tetap serius berlatih selama ini, termasuk di saat masa Pandemi Covid-19 dan bulan puasa Ramadhan 1441 Hijriah ini.

Nyak Amir menyebutkan, sebanyak delapan atlet yang menjalani Pelatda PON tersebut yaitu Dhia Rahmat, Nuzul Puji Rama, M Farhan (devisi recurve putra), Lilis Safriana (devisi recurve putri), M Mondir (devisi compound putra), Munawarah (devisi compound putri), Fahrul Azmi (devisi nasional putra), M Iqbal (devisi nasional putra).

Bupati Aceh Besar Tinjau Kawasan Terendam Banjir

Katanya, para atlet tersebut dipersiapkan melalui Pelatda untuk menghadapi PON Papua, setelah lolos Pra PON di Jakarta, September 2019 dengan meraih prestasi terbaik mencapai semi final.

"Selepas Pra PON, Pengprov Perpani Aceh langsung membuat Pelatda mereka (para atlet). Pemusatan latihan tersebut berlangsung Oktober, November 2019 dan Januari 2020. Mulai Februari 2020 hingga sekarang mereka mendapat Pelatda dari KONI Aceh.

Tetap Perhatikan Protokol Covid -19

Dijelaskannya, para atlet dalam menjalani latihan selama ini tetap mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19. "Selama pandemi, kita intruksik pelatihan harus mengikuti protokol yang telah ditetapkan pemerintah yakni mengatur jarak, hindari kerumunan (keramaian), menggunakan hand sanitizer dan masker," ujarnya.

Kecuali pemusatan latihan delapan atlet PON Aceh, sebut doktor bidang olahraga ini, selama pandemi virus corona semua kegiatan panahan harus ditunda sesuai surat PB Perpani.

"Alhamdulillah, selama masa pandemi ini atlet tetap latihan. Sesuai intruksi KONI Aceh, para atlet sempat latihan di rumah masing-masing dan di tempat penginapan selama sebulan, 17 Maret - 17 April 2020.

Nyak Amir menyebutkan,  sejak 18 April 2020 atlet  berlatih kembali di lapangan panahan bantaran Sungai Lamnyong, Lamreung, Aceh Besar, dengan durasi latihan 5 - 6 jam per hari, selama enam hari.

Pohon Tumbang di Gunung Kulu Tutupi Badan Jalan Banda Aceh - Calang

Aminullah Tinjau Sejumlah Lokasi Banjir di Banda Aceh dan Minta Warga Selalu Waspada

"Sekarang, di bulan Ramadhan ini, mereka terus berlatih dan durasinya dikurangi, hanya 3-4 jam per hari," kata Nyak Amir.

Katanya, lapangan Perpani Aceh juga ada di Komplek Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh. Namun selama masa pencegahan wabah corona, komplek tersebut tidak boleh ada aktivitas.

Istirahat Tidak lebih 48 Jam

 Menurutnya, meskipun para atlet tetap berlatih di tengah ancaman pandemi virus corona, hasil dan kemajuan yang dicapai tetap dievaluasi.

"Kita terus evaluasi, karena  setiap minggu atlet melakukan scoring bersama untuk melihat kemajuan. Terus kita perbaiki baik dari sisi fisik, teknik, taktik dan mental," jelasnya.

"Kita sangat menjaga atlet, walaupun situasi pandemi covid, istirahat berlatih tidak boleh melebihi 48 jam, karena akan terjadi penurunan kemajuan yang telah dicapai.

Berdasar prestasi semi final di Pra PON, delapan atlet panahan Aceh yang dipersiapkan ke PON Papua tersebut masuk kategori I yang mendapatkan pembinaan melalui Pelatda desentralisasi dua bulan dan sentralisasi enam bulan yang dibiayai KONI Aceh.

Saat ini, atlet panahan dan atlet sembilan cabang olahraga lainnya, telah memasuki Pelatda Sentralisasi yang diresmikan Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf bertempat di aula rapat KONI Aceh, 16 April 2020 lalu.

Cabang panahan yang meraih satu emas, satu perak dan dua medali perunggu pada PON XIX/2016 Jawa Barat, tetap menjadi andalan Aceh di PON Papua.

Sementara itu dengan alasan kondisi dan situasi pandemi wabah covid, sesuai keputusan Presiden RI Joko Widodo, bahwa pelaksanaan PON XX/2020 di Papua yang semula dijadwalkan Oktober 2020 diundur Oktober 2021.(*)

Prajurit TNI Dikerahkan Bantu Korban Banjir di Darul Imarah, Aceh Besar

Sangking Tingginya Banjir, Jalan ke Pasar Aceh Ditutup

Ditpolairud Polda Aceh Ikut Kerahkan Perahu Karet Bantu Warga Terimbas Banjir

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved