Breaking News:

Luar Negeri

Israel Paksa Bank Palestina Tutup Rekening Para Tahanan

Israel telah memaksa bank-bank di Tepi Barat yang diduduki untuk menutup rekening yang dipegang oleh keluarga tahanan di penjara-penjara Israel.

AFP/JAAFAR ASHTIYEH
Seorang pemuda Palestina berdiri di balik dinding saat bentrok dengan tentara Israel, untuk memprotes pencaplokan Tepi Barat lebih luas lagi di Kfar Qaddum, Palestina, Jumat (8/5/2020). 

SERAMBINEWS.COM, RAMALLAH –  Israel telah memaksa bank-bank di Tepi Barat yang diduduki untuk menutup rekening yang dipegang oleh keluarga tahanan di penjara-penjara Israel.

Israel telah lama keberatan dengan pembayaran Otoritas Palestina kepada keluarga tahanan dan mereka yang tewas dalam konflik, termasuk gerilyawan.

Palestina memandang pembayaran sebagai jaring pengaman sosial bagi mereka yang hidup di bawah pendudukan militer selama beberapa dekade.

Langkah nyata untuk menargetkan bank muncul, ketika Palestina menghadapi krisis ekonomi yang parah setelah minggu-minggu terkunci untuk memerangi pandemi virus Corona.

Israel juga bersumpah untuk mencaplok Tepi Barat lebih luas lagi, seusai mendapat dukungan dari Presiden AS, Donald Trump.

Qadora Fares, Kepala Asosiasi Tahanan Palestina, mengatakan kerabat tahanan saat ini dan mantan tahanan mengatakan kepadanya mereka dipaksa untuk menutup rekening karena undang-undang baru Israel menghukum bank karena memfasilitasi pembayaran.

Ayah dari seorang tahanan mengatakan kepada The Associated Press (AP), dia mencoba menggunakan ATM pada Kamis (7/5/2020), tetapi permintaan itu ditolak.

Dikatakan, bank mengatakan kepadanya untuk menarik dana dan menutup rekeningnya karena peraturan baru Israel.

Seorang manajer bank mengatakan COGAT, badan militer Israel yang mengawasi urusan sipil di wilayah Palestina, memperingatkan bank-bank beberapa bulan yang lalu, dengan mengatakan kebijakan itu akan mulai berlaku pada Minggu (10/5/2020).

Warga melaksanakan shalat Jumat (8/5/2020) dalam jumlah terbatas di sebuah masjid di Hebron, Tepi Barat, Palestina.
Warga melaksanakan shalat Jumat (8/5/2020) dalam jumlah terbatas di sebuah masjid di Hebron, Tepi Barat, Palestina. (AFP/HAZEM BADER)

Dia mengatakan bank harus mematuhi karena takut akan tindakan hukum atau serangan Israel.

Halaman
123
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved