Breaking News:

Konflik Gajah Vs Manusia

Lintasan Gajah Liar di Pintu Rime Gayo Mulai Dipasang Kawat Kejut Sepanjang 10 Km

Penanganan konflik gajah liar yang saat ini sedang dilakukan adalah pemasangan kawat kejut sepanjang 10 Km, di kawasan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bene

Penulis: Budi Fatria | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/Dok Camat Pintu Rime Gayo
Pemasangan kawat kejut sepanjang 10 KM di lintasan gajah liar di Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (9/5/2020). 

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Sejak tahun 2012, konflik gajah liar dengan masyarakat di Kecamatan Pintu Rime Gayo kerap terjadi.

Korban harta berupa rusaknya lahan dan rumah warga sering dialami saat kawanan gajah melakukan perjalanan rutinnya (home range) dan bahkan 5 orang meninggal menjadi korban satu di antaranya perempuan.

Penanganan konflik gajah liar yang saat ini sedang dilakukan adalah pemasangan kawat kejut sepanjang 10 Km, di kawasan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.

“Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dalam menangani konflik gajah liar ini dilakukan dengan melibatkan BKSDA, Dirjen BKSDA, anggota DPR RI, DPRA, DPRK, LSM pemerhati satwa dan SKPK lainnya,” ujar Camat Pintu Rime Gayo, Edi Irwansyah sebagaimana rilis yang diterima Serambinews.com, Sabtu (9/5/2020).

Bocah Positif Covid-19 dari Aceh Tenggara Meninggal di RSU Adam Malik Medan

Sertifikat Tanah Rumah Sakit Regional Bireuen Diterima Plt Bupati Bireuen, Segini Luas Lahannya

Pijay Pacu Persiapan 6.178 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

Menurut Camat Edi, di akhir tahun 2019 lalu dilakukan pertemuan dengan mengambil keputusan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan membantu secepatnya penanganan konflik gajah liar dengan opsi jangka panjang, menengah dan pendek.

Salah satu opsi yang saat ini sedang dilakukan adalah opsi jangka pendek dengan langkah-lakah tahun 2020 memasang kawat kejut sepanjang 10 Km, di tahun berikutnya akan dilanjutkan lagi.

Langkah kedua adalah konsolidasi tim penggiringan yaitu tim 8 dan CRU.

“Nantinya, sebelum diaktifkan kawat kejut, gajah yang masih berkeliaran di kawasan perkebunan akan dikeluarkan terlebih dahulu. Gajah tersebut berada di tiga lokasi yakni di Dusun Sesongo, Desa Belang Rakal, Desa Ulu Naron, dan Desa Negeri Antara,” ungkap Camat Edi.

Kata Edi, sebelumya, pihak BPBD Kabupaten Bener Meriah juga sudah melakukan pengerjaan penggalian parit gajah sejauh 1 Km dititik rawan keluar masuk gajah.

Edi menambahkan, masyarakat Kecamatan Pintu Rime Gayo masih menginginkan kelanjutan program penanganan gajah liar ini, agar kenyamanan bertani dapat dirasakan, di samping itu masyarakat kecamatan Pintu Rime Gayo sangat menunggu program pertanian penanaman pisang cavendish, tentunya konflik gajah itu harus terlebih dahulu dituntaskan.

Pihak BPBA Provinsi Aceh juga telah membantu kayu untuk merehab rumah-rumah masyarakat yang dirusak gajah liar.

“Pagar kejut (fancing) dimaksud sangat aman bagi masyarakat karena aliran listrik 12 volt dari batree yang dicarger melalui solar cell,” pungkas Edi.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved