Pemkab Pasang 10 Km Kawat Kejut, Antisipasi Kawanan Gajah Liar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah sejak beberapa hari lalu mulai memasang pagar kawat kejut sepanjang 10 kilometer

Editor: bakri
SERAMBINEWS/Dok Camat Pintu Rime Gayo
Pemasangan kawat kejut sepanjang 10 KM di lintasan gajah liar di Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (9/5/2020). 

REDELONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah sejak beberapa hari lalu mulai memasang pagar kawat kejut sepanjang 10 kilometer di kawasan Pintu Rime Gayo, kabupaten tersebut. Pemasangan pagar kawat yang dialiri listrik 12 Volt itu sebagai antisipasi serangan kawanan gajah liar yang kerap masuk ke kebun dan permukiman penduduk.

Demikian disampaikan Camat Pintu Rime Gayo, Edi Irwansyah kepada Serambi, Sabtu (9/5/2020). Dikatakan, dalam menangani konflik gajah liar tersebut, Pemkab turut melibatkan BKSDA, Dirjen BKSDA, DPR RI, DPRA, DPRK, LSM, dan pihak terkait lainnya.

"Salah satu opsi yang saat ini sedang dilakukan yaitu pemasangan kawat kejut sepanjang 10 Kilometer," kata Edi Irwansyah. Sebelumnya, kata Edi, BPBD Bener Meriah juga sudah melakukan penggalian parit gajah sepanjang 1 Km di titik rawan gajah. Pihak BPBA Provinsi Aceh juga telah membantu kayu untuk merehab rumah-rumah masyarakat yang dirusak gajah liar selama ini.

Di samping itu, tim 8 bersama CRU juga akan melakukan penggiringan gajah liar. "Sebelum kawat kejut itu diaktifkan, gajah yang masih berkeliaran di perkebunan akan dikeluarkan terlebih dulu. Kawanan gajah itu diduga masih berada di sejumlah lokasi yakni Dusun Sesongo, Desa Belang Rakal, Desa Ulu Naron, dan Desa Negeri Antara.

Edi Irwansyah menjelaskan, pagar kejut tersebut sangat aman bagi masyarakat karena dialiri listrik 12 volt. "Sumber listriknya dari baterai yang dicharger melalui solar cell," ujarnya.

Diceritakan, konflik antara masyarakat dengan gajah liar di Kecamatan Pintu Rime Gayo sudah berlangsung sejak tahun 2012. Tak sedikit lahan dan rumah warga yang rusak akibat diubrak-abrik kawanan gajah liar. Bahkan lima orang warga meninggal akibat serangan gajah. Camat Pintu Rime Gayo, Edi Irwansyah menambahkan, masyarakat Pintu Rime Gayo menginginkan kelanjutan program penanganan gajah liar, agar mereka bisa bertani dengan aman. "Masyarakat Pintu Rime Gayo sangat menunggu program pertanian penanaman pisang Cavendish, tentunya setelah konflik gajah benar-benar tuntas," pungkasnya. (bud)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved