Breaking News:

Ramadhan Mubarak

Perbankan Syariah ; Jalan Menuju Berkah dan Maslahah

Sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, maka Allah Subhanahu wa ta'ala akan membuka pintu berkah dari..

Perbankan Syariah ; Jalan Menuju Berkah dan Maslahah
For Serambinews.com
Prof. Dr. Syahrizal Abbas, MA

 PERBANKAN SYARIAH ; JALAN MENUJU BERKAH DAN MASLAHAH

Oleh :

Prof. Dr. Syahrizal Abbas, MA

Bank Syariah adalah bank yang menjalankan  kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah. Prinsip syariah adalah prinsip hukum Islam dalam kegiatan perbankan  berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Hal ini didasarkan pada Pasal 1 angka 7 UU No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Oleh karenanya, setiap Bank Syariah wajib menggunakan fatwa sebagai landasan dan rujukan dalam menjalankan kegiatan usaha perbankan berdasarkan prinsip syariah.

Kehadiran Bank Syariah di Indonesia bertujuan mewujudkan  masyarakat adil dan makmur berdasarkan demokrasi ekonomi yang berlandaskan nilai keadilan, kebersamaan, pemerataan dan kemanfaatan yang sesuai dengan  syariat Islam. Tujuan ini bersifat universal, dalam  arti Bank Syariah bukan hanya diperuntukan kepada umat Islam, tetapi juga kepada seluruh umat manusia. Bank Syariah sebagai lembaga keuangan memenuhi kebutuhan bisnis nasabahnya, tanpa membedakan agama, kepercayaan, suku bangsa, warna kulit dan budaya. Di sinilah, Bank Syariah membawa misi rahmatan lil alamin, karena transaksi dan bisnis pada bank ini mengandung nilai universal berupa ;  adil, bebas riba, tidak ada gharar, tidak mengandung maisir, tidak dhalim, tidak eksploitatif, kedudukan yang sama (equal) antara nasabah dengan bank serta  ridha dalam akad.

 Penerapan prinsip ini pada bisnis perbankan syariah, menjadi cita-cita dan harapan umat karena akan melahirkan keadilan ekonomi, kepuasan, kedamaian, kebahagiaan dan ketentraman dalam   mendapatkan harta dan keuntungan. Hal ini berbeda dengan prinsip bisnis perbankan pada sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis.     

PERBANKAN SYARIAH BSM

 Bagi umat Islam, kehadiran perbankan syariah merupakan jalan menuju keberkahan dan kemaslahatan. Harta yang diperoleh melalui  bisnis perbankan syariah akan diridhai oleh Allah Subhanahu wa ta'ala, karena cara mendapatkannya sejalan dengan tuntunan al-Qur’an dan al-Sunnah. Harta yang diperoleh akan berkah, bernilai manfaat, bersih dan mulia, karena didapatkan secara benar. Allah Subhanahu wa ta'ala mengingatkan hamba-Nya agar tidak memakan harta di antara kamu  secara batil  (Al-Baqarah : 188). 

 Transaksi dan bisnis perbankan syariah berdasarkan tuntunan al-Qur’an dan al-Sunnah, tidak hanya membawa  kemaslahataan kepada bank dan nasabah,  tetapi kepada semua orang. Bank Syariah menjadi penyebar kemaslahatan  umat, karena sistem, transaksi dan bisnisnya membawa pengaruh kepada mu’amalah masyarakat. Bank Syariah menjadi   pilar penegak keadilan ekonomi umat dalam meningkatkan kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran bersama.

 Prinsip bisnis Bank Syariah harus dipahami dengan baik oleh  pelaku perbankan, nasabah dan masyarakat. Contoh, sebagian orang masih berpandangan bahwa bank syariah tidak berbeda dengan bank konvensional. Mereka masih memahami Bank Syariah adalah tempat berhutang atau  meminjamkan uang. Padahal, Bank Syariah bukanlah bank yang memberikan pinjaman uang (hutang), karena kalau nasabah meminjamkan Rp. 1 juta, maka ia wajib mengembalikan Rp. 1 juta dan tidak boleh lebih, karena bila pengembalian lebih, maka kelebihan pengembalian tersebut adalah riba. Sebaliknya, Bank Syariah adalah bank yang memberikan pembiayaan dengan akad jual beli murabahah, mudharabah (bagi hasil), musyarakah (kongsi), ijarah (sewa-menyewa),  dan lain-lain yang cenderung   produktif, atau jasa wadiah (titipan), rahn (gadai), kafalah (penjaminan) dan berbagai produk/akad lainnya.

 Akad dan pola bisnis ini merujuk pada tuntunan al-Qur’an dan al-Sunnah, yang  dikembangkan oleh para  ulama fiqh (fuqaha’),  dan  kemudian dibakukan dalam fatwa DSN-MUI. Oleh karena itu, tidak boleh ada keraguan menjadikan Bank Syariah sebagai mitra dalam bermu’amalah. Bermu’amalah syariah merupakan  ekspresi dari bentuk keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Iman dan takwa menjadi sebab mendapatkan keberkahan dan kemaslahatan.  Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Surah al-A’raf ayat : 96 yang artinya :  “Sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, maka Allah Subhanahu wa ta'ala  akan membuka pintu berkah dari langit dan bumi”. Semoga kita istikamah bermuamalah dengan Bank Syariah. Wallahu a’lam....  

PERBANKAN SYARIAH ; JALAN MENUJU BERKAH DAN MASLAHAH
Editor: iklan@serambinews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved