Breaking News:

Kupi Beungoh

Ramadhan, Mengejar Taqwa Mengusir Corona

Timbul pertanyaan lagi, sampai kapan kita akan bertahan tetap di rumah? Tidak ada yang bisa menjawab.

SERAMBINEWS.COM/Handover
Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag, Dosen Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh. 

Jumlah tak terhingga, mengintai kita dimana saja, bisa menempel pada benda apa saja tak terkecuali.

Bahkan orang yang tetap di rumah pun belum bisa dipastikan aman dari virus corona.

Ditambah lagi kita tidak memiliki senjata alias obat untuk membunuh virus corona ini.

Jika dengan tetap di rumah, bisa memutuskan mata rantai corona, kenyataannya tetap saja banyak orang yang ke luar rumah karena berbagai alasan.

Muncul kesimpulan di benak, ini mustahil bisa kita lawan.

Ini mustahil bisa terputuskan mata rantainya, ditambah lagi dengan segala keterbatasan yang kita miliki sebagai manusia biasa.

Jika demikian kondisinya, timbul pertanyaan lagi, sampai kapan kita akan bertahan tetap di rumah?

Tidak ada yang bisa menjawab.

Itu berarti kita harus keluar rumah, klo kita keluar rumah untuk beraktifitas seperti biasa, itu artinya kemungkinan besar kita akan terpapar virus corona.

Muncul lagi pertanyaan jika terkena virus corona, apa kita sudah siap mati?

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved