Kupi Beungoh

Ramadhan, Mengejar Taqwa Mengusir Corona

Timbul pertanyaan lagi, sampai kapan kita akan bertahan tetap di rumah? Tidak ada yang bisa menjawab.

SERAMBINEWS.COM/Handover
Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag, Dosen Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh. 

Pastinya kita akan menjawab “TIDAK SIAP”.

Kalau begitu apa yang harus kita lakukan?

Tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali “mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian itu sendiri yang saja disebabkan oleh karena corona, tapi mati bisa saja terjadi tanpa sebab dan tiba-tiba”.

Hasil Survei, Mayoritas Penduduk Dunia Tidak Puas Cara Pemerintah Tangani Krisis Virus Corona

6 Kabar Baik Penanganan Virus Corona di Indonesia, Pasien Sembuh Terus Meningkat

Bersama Kita Hadapi Corona

Namun di sisi hati yang lain ada optimisme, Insya Allah ini akan berlalu “BERSAMA KITA HADAPI CORONA”.

Gimana caranya? Dengan cara kita mengejar taqwa di bulan Ramadhan ini.

“Hai orang orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. Al-Baqarah :183).

Mungkin akan muncul pertanyaan, kenapa harus dengan TAQWA kita dapat mengusir corona?

Jawabannya, karena janji Allah kepada orang yang bertaqwa akan Allah berikan jalan keluar dari semua masalah.

Apa yang dimaksud taqwa?

Taqwa dalam Al-mufradat Fi Gharibil Qur’an adalah “menjaga jiwa dari perbuatan yang membuatnya berdosa, dan itu dengan meninggalkan apa yang dilarang”.

Dalam definisi lain taqwa dalam Tahrirul AlFazhil Tanbih yang dikutip oleh Dr. Fadhl Ilahi dalam tulisannya tentang taqwa adalah mena’ati perintah Allah dan larangan Nya.

Kita lihat beberapa ayat Alquran berikut menyebutkan tentang hal tersebut.

Pertama, “barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Thalaq; 2-3)

Kedua, “jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatan mereka sendiri.” (Al-‘Araf: 96)

Berdasarkan ayat tersebut dapat kita lihat bagaimana keutamaan “Taqwa” yaitu;

1. Kepada orang yang bertaqwa Allah akan mengadakan (memberikan jalan ke luar bagi setiap masalah yang kita hadapi).

2.  Kepada orang yang bertaqwa Allah akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, rezeki bisa rezeki dalam bentuk harta atau rezeki dalam bentuk lainnya, seperti Allah beri kesehatan atau kemudahan dalam segala urusan dan lainnya.

3. Kepada orang yang bertaqwa, Allah limpahkan berkah (bertambah sesuatu) seperti: berkah rezeki, berkah ilmu, berkah amal, berkah waktu  yang seharusnya kita kerjakan dalam waktu lama namun dikarenakan Allah beri keberkahan dalam waktu singkat dah selesai kita kerjakan, berkah umur, dan keberkahan lainnya.

Ciri-ciri orang bertaqwa dalam Alquran:

Pertama: tidak ragu dengan Al-Qur’an, menjadikan Alquran sebagai petunjuk (QS. Al-Baqarah: 2)

Kedua: beriman kepada yang gaib, melaksanakan sholat, menginfaqkan sebagian rezeki yang Allah berikan kepada mereka (QS. Al-Baqarah: 3)

Ketiga: beriman kepada kitab (Al-Qur’an), dan kitab-kitab sebelumnya serta beriman kepada hari akhirat. (QS. Al-Baqarah: 4)

Berkaitan dengan kondisi sekarang ini, kita sedang dilanda oleh wabah virus corona, ada tiga hal yang dapat kita lakukan dalam rangka kita bertqwa kepada Allah dengan mewabahnya virus corona di negeri tercinta ini yaitu:

1. Stay at Home 

Kita diminta oleh para ahli kesehatan untuk tetap di rumah, jika terpaksa harus keluar rumah, diminta memakai masker, menjaga jarak, jangan kumpul-kumpul, sampai ke rumah segera cuci tangan, ganti pakain  dan menyegerakan mencuci seluruh tubuh (mandi).

2. Menjaga Imuninitas

Dengan olah raga, menjaga nutrisi yang kita makan (4 sehat 5 sempurna) ditambah vitamin C dan vitamin E serta istirahat yang cukup.

3. Menjaga Iman

a. Dengan melaksanakan semua perintah Allah yang wajib maupun yang sunnah, (QS. An-Nisa’: 59).

Terutama di bulan ramadhan, bulan menempa setiap diri menjadi pribadi-pribadi yang bertaqwa kepada Allah SWT, dengan cara: menjaga shalat lima waktu, menjaga shalat sunat tahajjud, shalat sunat dhuha, shalat sunat rawatib,  taraweh dan witir, tadarus, bersedekah dan ibadah-ibadah lainnya.

b. Kemudian  menjauhi semua larangan-Nya. “Dan barang siapa berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit...”(QS.Thaha 124)

c. Menjaga diri dari makan/minum yang haram

“...wahai Rabbku’, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan kebutuhannya dipenuhi sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana do’anya akan dikabulkan (HR. Muslim)

d.  Menjaga hati dan pikiran agar tetap berfikir positif dan berbaik sangka kepada Allah.

“Dari abu Hurairah rasulullah saw bersabda, Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai  prasangka hambaKu”...(HR. Bukhari Muslim)

e. Ta’at kepada Rasul.

“Barang siapa yang mena’ati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menta’ati Allah...(QS. An-Nisa’: 80).

Menta’ati Rasul salah satunya adalah dengan cara menghidupkan  sunnah-sunnah Rasul dalam kehidupan sehari-hari dari tidur sampai tidur kembali seperti: bangun tidur baca do’a, mau tidur baca do’a.

Masuk kamar mandi dengan kaki kiri baca do’a, keluar kamar mandi dengan kaki kanan baca do’a.

jika bercermin baca do’a bercermin. Jika makan, makan dan minum dengan tangan kanan, sambil duduk baca do’a mau makan, selesai makan baca do’a.

Mau pakek baju, mulai dengan bagian kanan lalu baca do’a, membuka pakaian baca do’a mulai dengan bagian kiri.

Hendak keluar rumah, baca do’a keluar rumah. Naik kendaraan baca do’a naik kendaraan.

Intinya, segala aktifitas kita di iringi dengan do’a, sehingga setiap waktu dalam kehidupan kita senantiasa bersama Allah, senantiasa dalam perlindungan dan pengawasan Allah SWT.

f. Kemudian berusaha menghafal/belajar Alquran dan hadits dan mengamalkan sedikit demi sedkit yang sudah diketahui. Agar menjadi keluarga Allah di bumi.

“......Para ahli Al-Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihaNya (HR. Ahmad).

g. Rajin-rajin membaca Alquran karena Alquran Allah turunkan sebagai obat bagi orang yang beriman.

“Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi obat penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman” (QS. Al-Isra’: 82).

h. Berdoa.

 “Berdoalah kalian kepadaKu, niscaya Aku akan mengabulkan permohonan kalian (QS. Al Mu’min: 60).

i. Istighfar.

“Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka) “ Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.( HR. Ahmad)

j. Tawakkal

Setelah kita berusaha mengikuti arahan para ahli kesehatan yang memahami tentang virus corona ini dengan semaksimal mungkin, sebagai ikhtiar kita juga sudah berusaha menjaga imunitas tubuh dengan makanan bermanfaat bagi tubuh dengan makan makanan yang baik dan halal.

Seterusnya mari  kita banyak-banyak beristighfar, bertaubat dan berusaha mendekatkan diri kita baik secara lahiriah maupun bathiniah kepada Allah SWT pemilik segala yang hidup maupun yang mati di jagat termasuk virus corona yang sedang mewabah di negeri tercinta ini.

Mari kita berdo’a dan bertawakkal, semoga ujian ini segera berlalu.

Insya Allah corona segera pergi dan berlalu dengan doa-doa orang yang bertaqwa. Aamiiin

Banda Aceh, 20 Ramadhan 1441 Hijriah. 

*) PENULIS adalah Dosen Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved