Breaking News:

Luar Negeri

Mantan Pembantu Obama Yakini Trump Dukung Caplok Lagi Lahan Palestina

Mantan duta besar era Presiden AS Barack Obama untuk Israel, Daniel Shapiro, Rabu (13/5) mengatakan dirinya percaya Presiden Donald Trump

Editor: M Nur Pakar
AFP/SEBASTIAN SCHEINER
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo (kiri) berpose bersama Ketua Partai Biru dan Putih Israel, Benny Gantz di Jerusalem, Rabu (13/5/2020). 

Menjelang pertemuannya dengan Netanyahu, Pompeo mengatakan AS dan Israel perlu membuat kemajuan dalam "Visi Perdamaian" Trump.

Dia kemudian memperbarui kritiknya terhadap Iran, mengklaim ketika orang-orangnya menghadapi wabah virus Corona paling mematikan di Timur Tengah, Teheran menggunakan sumber daya untuk memicu teror di seluruh dunia.

Israel Robohkan Rumah Keluarga Palestina, Hanya Karena Tuduhan Serang Gadis Yahudi

Raja Salman: “Palestina Tetap Menjadi  Masalah Utama Orang Arab dan Muslim”

Anak-anak Palestina Terancam Tak Bisa Sekolah Lagi

Bahkan, katanya ketika rakyat Iran sedang berjuang dengan sekuat tenaga.

"Ini memberitahumu banyak tentang jiwa orang-orang yang memimpin negara itu,” kata Pompeo.

Netanyahu memuji tekanan Washington yang terus-menerus terhadap Iran, negara yang dia klaim bertahan dengan agresif.

Bahkan, tindakan agresifnya telah ditunjukan ke Amerika, Israel, dan semua orang di kawasan ini, klaimnya.

Seorang lulusan polisi melepaskan tembakan ke udara di Akademi Polisi Hamas, Jalur Gaza, Palestina pada 7 Mei 2020.
Seorang lulusan polisi melepaskan tembakan ke udara di Akademi Polisi Hamas, Jalur Gaza, Palestina pada 7 Mei 2020. (AFP/MAHMUD HAMS)

Sedangkan Palestina terus menolak proposal Trump dan memutuskan hubungan dengan pemerintahannya pada tahun 2017 atas sikap pro-Israel.

Ketua juru runding Palestina, Saeb Erekat, Rabu (13/5/2020) mengatakan tim Pompeo belum menemui pihaknya.

"Pemerintahan Trump berkolaborasi dengan Israel dalam rencana aneksasinya untuk mengubur hak-hak rakyat Palestina.

“Bahkan, terang-terangan melanggar sistem internasional," katanya.

Israel telah menguasai Tepi Barat sejak merebutnya dalam Perang Enam Hari 1967.

Hampir tiga juta warga Palestina tinggal di wilayah itu bersama lebih dari 400.000 warga Israel yang tinggal di permukiman yang dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional.

Bagi Palestina dan sebagian besar masyarakat internasional, aneksasi Israel akan menenggelamkan harapan solusi dua negara.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved