Breaking News:

Penerbangan di Bandara SIM Kosong

Setelah sempat ada penerbangan Garuda Indonesia rute Jakarta-Banda Aceh (pulang-pergi) pada Minggu (10/5/2020), kini penerbangan

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Suasana Bandara SIM yang sepi dari aktivitas penumpang 

* Jumat Lusa Terbang Lagi

BANDA ACEH - Setelah sempat ada penerbangan Garuda Indonesia rute Jakarta-Banda Aceh (pulang-pergi) pada Minggu (10/5/2020), kini penerbangan di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar, kembali kosong.

Saat ini maskapai pelat merah ini memang tidak memiliki jadwal tetap dan pasti yang terbang ke Aceh. Bahkan beberapa maskapai lain yang sempat mewacanakan membuka jadwal penerbangan, hingga saat ini belum ada kepastian.

PIC Branch Corporate Communication Bandara SIM, Fahmi Rezki mengatakan, setelah ada penerbangan pada hari minggu lalu, Garuda Indonesia akan mendarat lagi di Aceh pada Jumat (15/5/2020) lusa. Sehingga terdapat jeda penerbangan selama empat hari.

Fahmi mengatakan, sebelumnya beberapa maskapai sempat memberikan informasi akan membuka rute penerbangan ke Bandara SIM, namun hingga kemarin baru maskapai Garuda Indonesia yang memastikan akan mengoperasionalkan pesawatnya ke Aceh.

Meskipun saat ini sudah diberi kelonggaran penerbangan di tengah pandemi Covid-19. Namun pemerintah tetap memberi aturan ketat terhadap menerka yang boleh berpergian.

Sebelumnya pesawat Garuda Indonesia mendarat di landasan pacu Bandara SIM, Minggu (10/5/2020) pukul 14:40 WIB. Maskapai pelat merah tersebut membawa 55 orang penumpang dari Jakarta. Lalu pesawat kembali take off dari Blangbintang pukul 15:46 Wib dengan mengangkut 63 orang penumpang.

“Penumpang yang datang dan berangkat memang tidak penuh, hampir semuanya yang berangkat itu pekerja dan beberapa orang yang pergi untuk dinas,” ujar Fahmi.

Penerbangan niaga berjadwal rute domestik kembali diperbolehkan beroperasi mengangkut penumpang sejak 7 Mei 2020 guna mengatasi Covid-19 di Indonesia.

Adapun sesuai dengan SE No. 4/2020, yang masuk dalam kriteria pengecualian (diperbolehkan melakukan perjalanan di masa larangan mudik) adalah perjalanan orang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta, yang menyelenggarakan pelayanan percepatan penanganan Covid-19; pelayanan pertahanan, keamanan dan ketertiban umum; pelayanan kesehatan; pelayanan kebutuhan dasar; pelayanan pendukung layanan dasar; pelayanan fungsi ekonomi penting.

Kriteria pengecualian juga mencakup perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan orang yang anggota keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia. Lalu, repatriasi Pekerja Migran Indonesia, WNI dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal, sesuai ketentuan yang berlaku.(mun)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved