Rumah Ambruk Diterjang Angin Kencang, Janda Ti Halimah Hanya Bisa Pasrah
Angin kencang dan hujan lebat yang terjadi di Bireuen sejak beberapa hari terakhir, mengakibatkan satu rumah berkonstruksi tepah bambu
Angin kencang dan hujan lebat yang terjadi di Bireuen sejak beberapa hari terakhir, mengakibatkan satu rumah berkonstruksi tepah bambu, atap rumbia, dan lantai tanah ambruk diterjang angin kencang.
Rumah tersebut milik Ti Halimah (27), janda miskin yang sudah dikaruniai dua bocah laki-laki, di Dusun Utuen Campli, Desa Blang Tingkeum, Kecamatan Kota Juang, Bireuen.
Informasi yang dihimpun Serambi di lokasi kejadian, Selasa (12/5/2020), rumah janda miskin itu sudah ambruk diterjang angin kencang pada Jumat (8/5/2020) sore.
Namun, hingga kini luput dari perhatian pemerintah. Ti Halimah bersama dua putranya yang masih berusia bocah yaitu Khairul Akbar (6) dan M Rizky (5), hanya bisa pasrah atas musibah yang menimpa mereka.
Pasca kejadian itu, kini Ti Halimah dan anak-anaknya harus menumpang di rumah orang tuanya, yang kondisinya juga sangat memprihatinkan yang berada sebelah timur rumahnya.
Ti Halimah didampingi kedua putranya kepada Serambi, Selasa (12/5/2020) mengatakan, saat kejadian itu, ia dan anak-anaknya sedang bekerja sebagai buruh di pabrik batu bata di desanya. "Wate kejadian angen rayek dan ujuen Jumat soputnyan, lon tingoh kerja bak jambo bata ngoen aneuk mit, jino lon dan aneuk pasrah ateuh musibah nyoe, tameulake na yang bantu," ucap Ti Halimah dalam Bahasa Aceh.
(Saat kejadian angin kencang dan hujan lebat Jumat sore itu, saya sedang bekerja di pabrik batu bata bersama dua putranya, sekarang saya dan anak-anak pasrah atas musibah ini, berharap ada yang membantu-red)," ujar Ti Halimah dalam Bahasa Aceh.(c38)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rumah-milik-janda-ti-halimah-di-dusun-utuen-campli-desa-blang-tingkeum.jpg)