Selasa, 14 April 2026

Banjir Bandang Terjang Takengon

Sejumlah Warga Paya Tumpi Baru Diungsikan 

Paska musibah banjir bandang yang melanda Kampung Paya Tumpi Baru, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, sejumlah Kepala Keluarga (KK)...

Penulis: Mahyadi | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/MAHYADI
Warga tampak bekerja keras membersihkan lingkungan akibat banjir bandang Kampung Paya Tumpi Baru, Kecamatan, Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah. Banjir bandang menerjang Paya Tumpi Baru, Rabu (13/5/2020) sekira pukul 15.30 WIB. 

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Paska musibah banjir bandang yang melanda Kampung Paya Tumpi Baru, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, sejumlah Kepala Keluarga (KK) terpaksa diungsikan ke Gedung Sekolah Dasar (SD) yang ada di daerah itu.

Selain kondisi rumah yang terdampak belum bisa ditempati, juga cuaca masih diguyur hujan sehingga dikhawatirkan banjir akan kembali terjadi. 

Lokasi pengungsian tidak jauh dari tempat banjir bandang, namun diperkirakan lebih aman untuk sementara bagi warga yang rumahnya terdampak.

Selain beberapa rumah rusak, juga rumah warga yang terdampak, dipastikan tidak bisa ditempati untuk malam ini karena dipenuhi dengan lumpur. Ditambah lagi, mengingat kondisi guyuran hujan masih terjadi dan suasana gelap sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pembersihan

Rata-rata, rumah warga yang berada di lintasan banjir bandang dipenuhi lumpur hingga setinggi lutut orang dewasa bahkan sebagian lebih. Banyak barang-barang seperti perabotan rusak karena terendam air bercampur lumpur.

"Kami sudah menyiapkan tempat penampungan bagi para korban, termasuk juga segera membuat dapur umum bagi para pengungsi," kata Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar yang ditemui Serambinews.com, di lokasi kejadian, Rabu (13/5/2020). 

Shabela juga mengingatkan, agar warga di lokasi kejadian untuk dapat segera mengungsi di lokasi yang sudah disediakan karena melihat kondisi cuaca yang masih tidak memungkinkan.

"Saya minta, untuk malam ini mereka harus mengungsi demi menjaga keselamatan. Disamping cuaca, juga kondisi rumah mereka sebagian ada yang hanyut terbawa air bah," jelasnya.

Ketika disinggung berapa jumlah kerusakan, Shabela belum bisa memastikan karena masih dalam proses pendataan. Meski begitu, dia memperkirakan, jumlahnya mencapai puluhan karena yang terdampak ada dua kampung.

"Tapi hasil pantauan kami, jumlah terdampak sampai puluhan. Tadi saja, ada tiga mobil yang rusak dibawa banjir," sebut Shabela Abubakar. 

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Nono Suryanto menambahkan selain telah menerjunkan sejumlah personel untuk mengatur akses lalu lintas, juga mengerahkan sejumlah anggota kepolisian untuk mengawasi rumah rumah warga di daerah itu.

"Sebagian warga kan mengungsi, jadi kita akan mengawasi rumah mereka, agar tidak terjadin hal yang tidak kita inginkan," kata Nono Suryanto.(*)

8.073 KPM di Abdya Terima BST Tahap Pertama, Ini Jumlah Penerima Per Kecamatan

PT Trans Continent bersama Serambi Indonesia Bagi Masker kepada Pengguna Jalan di Lhokseumawe

Per 13 Mei 2020, tak Ada Tambahan Warga Berstatus ODP Maupun PDP di Lhokseumawe

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved