Salam

Usir Corona dan Bangun Pertahanan Pangan Kita  

Usaha keras mengusir wabah virus Corona dari Aceh terindikasi mulai ada hasilnya. Menurut Tim Gugus Tugas Covid-19 Aceh

For Serambinews.com
Asisten II Setdaprov Aceh, TM Ahmad Dadek SH. 

Usaha keras mengusir wabah virus Corona dari Aceh terindikasi mulai ada hasilnya. Menurut Tim Gugus Tugas Covid-19 Aceh, dalam sepekan terakhir tak ditemukan kasus positif baru di provinsi ini. Menurut catatan sementara, kasus paling akhir dialami warga Kabupaten Simeulue, yakni pasien AS (20) dan SB (42). Keduanya memiliki riwayat perjalanan dari daerah infeksi lokal di Jawa Timur dan Jawa Barat.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgan, akhir pekan lalu mengatakan, "Angka akumulatif positif Covid-19 sebanyak 17 kasus per tanggal 9 Mei 2020, pukul 15.00 WIB. Dari 17 kasus positif, 5 orang masih dalam perawatan di rumah sakit rujukan, 11 orang sudah sembuh, dan 1 orang meninggal dunia pada Maret lalu. Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP ) sebanyak 1.936 orang. Juga tidak ada penambahan jumlah ODP dalam dua hari terakhir,” kata Saifullah.

Ya, harapan kita memang tidak bertambah lagi kasus positif Covid-19. “Hal itu dimungkinkan apabila semua disiplin menjaga pola hidup bersih dan sehat, dan segera memeriksa diri ke sarana pelayanan kesehatan terdekat, bila demam tinggi yang disertai flu atau nyeri kerongkongan,” tutup Jubir Covid-19 Aceh itu.

Tak adanya pasien baru yang positif Covid-19 tentu menjadi kabar yang patut kita syukuri di tengah kukusyukan kita menjalankan ibadah-ibadah di bulan Ramadhan ini. Namun begitu, tingkat keidisiolinan kita mematuhi protokol kesehatan dalam setiap aktivitas di luar tentu harus tetap kita jaga bahkan kita tingkatkan.

Pemerintah pun melihat belum waktunya mengendurkan physical dan social distancing. Justru itu, dua hari lalu pemerintah pusat mengumumkan, masa bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi para aparatur sipil negara (ASN) diperpanjang hingga 29 Mei 2020. “Ini demi mencegah penyebaran Covid-19. “WFH diperpanjang dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan," kata Menpan RB, Tjahjo Kumolo, dalam surat edaran (SE) yang terbit Selasa (12/5/2020).

Kita memang belum bisa bergembira hati saat ini, sebab persoalan kita di depan akan lebih berat lagi. Beberapa waktu lalu, Badan Pangan Dunia memperkirkan, pada bulan November 2020 sampai Januari 2021 akan terjadi krisis pangan dunia sebagai dampak penyebaran virus corona di seluruh dunia. “Produksi pangan dunia menurun drastis akibat wabah Corona,” kata Prof Dr Abdullah Sani, Ketua Yayasan Beudoh Gampong.

Ancaman krisis pangan dunia ini, kata Prof Dr Abdullah Sani, perlu segera diantisipasi sejak  sekarang. “Aceh harus cepat mengambil bagian penanganannya, karena ada beberapa komoditas pangan Aceh masih bergantung dari luar daerah, antara lain telur, minyak goreng, gula pasir,” katanya.

Di sisi lain, potensi produksi pangan dan perkebunan Aceh yang surplus seperti beras, ikan tuna, kopi, nilam, minyak atsiri, dan lainnya harus bisa dikelola secara baik. Nilai tambah produksinya harus dinikmati para petani dan nelayan di Aceh, bukan oleh pengusaha  luar.

Misalnya gabah dan beras dari Aceh, surplusnya cukup besar berkisar 400.000-600.000 ton/tahun dari produksi gabahnya sekitar 1,5-1,7 juta ton/tahun. Namun, surplus gabah yang besar itu belum begitu dinikmati oleh petani gabah di Aceh. Setiap musim panen padi, gabah dari Aceh banyak mengalir ke Sumut. Ini artinya, perusahaan penggilingan padi dari Sumut yang banyak menikmati surplus gabah petani di Aceh.

Sebagai ancaman yang tak kalah menakutkan dibanding bencana-bencana lain, Pemerintah Aceh pun mengambil inisiatif untuk mengantisipasinya dengan  melaksanakan rapat bersama sejumlah dinas teknis dan melibatkan sejumlah pakar dari beberapa universitas negeri.

"Ancaman krisis pangan itu perlu kita atasi sejak sekarang dengan memaksimalkan produksi dan memberdayakan potensi pangan lokal untuk pemenuhan kebutuhan lokal, nasional, dan ekspor," kata Asisten II Setda Aceh, H T Ahmad Dadek.

Kita berharap, usaha menghalau Covid-19 terus berjalan dan upaya membangun jaringan ketersediaan pangan kita juga harus berhasil sebelum krisis melanda. Aamiin.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved