Breaking News:

Anak Bungsu Gigau Ayahnya, Pasca Basri Meninggal Diamuk Massa

Muhammad Fadil (8), anak bungsu dari korban yang diamuk massa di kawasan Tangerang, Banten, sering menggigau tentang keberadaan ayahnya

Editor: bakri
www.serambitv.com
Kesedihan hingga kini masih meliputi Irawati (37), istri dari almarhum Muhammad Basri, korban meninggal yang diamuk massa di Tangerang Selatan. 

LHOKSUKON – Muhammad Fadil (8), anak bungsu dari korban yang diamuk massa di kawasan Tangerang, Banten, sering menggigau tentang keberadaan ayahnya kepada sang ibu, Irawati (37) ketika hendak dan sedang tidur setiap malamnya. Bahkan, Irawati juga selalu terisak ketika menjawab pertanyaan anaknya tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Muhammad Basri, pria kelahiran Teupin Gajah, Kecamatan Tanah Jambo, Aye Aceh Utara dan ber-KTP Gampong Leuge, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur meninggal dunia setelah menjadi korban amuk massa karena salah paham yang terjadi di Jalan Raya Wana Kencana Sektor 12,4 Ciater Tangerang, Banten, Jumat (8/5/2020) dini hari.

Lalu, pada pagi Jumat (8/5/2020) jenazah korban dibawa pulang dari Tangerang dengan menggunakan transporasi darat ke Aceh. Jenazah dikebumikan pada Senin (11/5/2020) malam sekitar pukul 01.00 WIB. Saat jenazah tiba di Desa Teupin Gajah, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Muhammad Fadil juga sempat pingsan.

Hal itu diceritakan Irawati saat anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma berkunjung ke rumah duka untuk menyampaikan takziah dan samadiah kepada korban, Rabu (13/5) sore di Desa Teupin Gajah. “Tiap malam, anak saya yang kecil selalu bertanya, “Mak di mana ayah, kenapa ayah tidak pulang’,” ujar Irawati mengutip keterangan anaknya.

Irawati mengaku kesulitan menjawab pertanyaan anaknya yang selalu menanyakan keberadaan ayahnya. Sebelum korban meninggal, Fadil sering tidur bersama ayahnya. Sehingga dia langsung menanyakan ketika malam tak ada ayahnya. ”Sebentar-bentar ia menanyakan keberadaan ayahnya,” ujarnya.

Irawati menyebutkan, setelah meninggal barang bukti yang pada tubuh suaminya dompet bersama uang dan kartu identitas, tapi ketika digelar perkara kasus tersebut sudah ada kunci. “Malam itu, suami saya menggunakan celana pendek, dan baju kemeja terbuka dada, pergi hendak beli rokok. Tak ada kunci T,” tegas Irawati.

Wanita paruh paya itu juga meminta kepada semua masyarakat supaya video, dan foto yang sudah beredar di media sosial segera dihapus. Selain itu jangan diposting atau diupload lagi. Karena ia khawatir jika dilihat anaknya bisa trauma. “Saya mohon kepada masyarakat jangan upload dan posting video dan foto suami saya,” harapnya.

Sementara Anggota DPD RI asal Aceh H, Sudirman alias Haji Uma pada Rabu (13/5/2020) melayat ke rumah ibu korban diamuk massa di Desa Teupin Gajah, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara untuk takziah dan samadiah. Haji Uma juga memimpin samadiah, dan menyerahkan bantuan kepada istri korban.

Sehari sebelumnya, Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf juga melawat ke ibu korban bersama rombongan untuk takziah dan samadiah. Sebelum meninggalkan rumah korban, Wabup juga menyerahkan bantuan kepada kedua anak korban. “Semoga keluarga diberi ketabahan dan kasus tersebut segera terungkap,” ungkap Wabup.

Pada Senin (11/5/2020) malam, Kapolres Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto bersama beberapa perwira pada  juga melayat ke rumah orang tua korban untuk takziah. Dalam kunjungan itu,  Kapolres menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Muhammad Basri. Pada kesempatan itu, juga memberikan bantuan berupa sembako dan santunan duka kepada keluarga korban yang ditinggalkan.(jaf)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved