Breaking News:

Antisipasi Krisis Pangan

Antisipasi Krisis Pangan, Aceh Tamiang Siapkan 700 Ton Bibit Padi

Salah satu kebijakan besar yang diambil ialah menggenjot program pertanian dengan mengalokasikan 700 ton bibit padi yang akan disebar ke petani.

For Serambinews.com
Babinsa Kodim 0115/Simeulue bersama petani mencabut bibit padi siap tanam di Desa Lugu, Kecamatan Simeulue Timur, Kamis (23/5/2019). 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Pemkab Aceh Tamiang menyiapkan 700 ton bibit padi sebagai antisipasi krisis pangan yang diprediksi terjadi November 2020 hingga tiga bulan ke depan.

Kebijakan ini sejalan dengan instruksi Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang meminta seluruh daerah melakukan langkah antisipasi agar memiliki stok bahan pangan ketika krisis menerpa.

Ancaman krisis ini sendiri berkaitan erat dengan wabah Covid-19 yang menerpa Indonesia sejak tiga bulan terakhir.

“Sebenarnya tanpa harus menunggu instruksi dari Gubernur Aceh, kita sudah langsung melakukan persiapan. Saya langsung panggil Kadis Pertanian untuk membahas langkah apa saja yang perlu kita lakukan,” kata Bupati Aceh Tamiang, Mursil, Jumat (15/5/2020).

Salah satu kebijakan besar yang diambil ialah menggenjot program pertanian dengan mengalokasikan 700 ton bibit padi yang akan disebar ke petani.

Mursil memastikan bibit ini hasil penangkaran lokal yang sertifikasinya sedang diurus di Banda Aceh.

“Kalau sekarang belum bisa dibagikan karena penangkarnya belum memiliki sertifikat. Ini sedang diurus di Banda Aceh,” lanjut Mursil.

Terlepas dari ancaman krisis pangan ini, Mursil mengatakan seluruh kabupaten/kota di Aceh umumnya telah mencapai surplus beras.

Kronologi Pembunuhan Wanita yang Tewas Tanpa Busana di Pantai, Diajak Berhubungan Badan oleh Pelaku

Pangdam IM Minta Kodim 0104/Atim Jalin Komunikasi dengan Polri

Dinas Kesehatan Abdya Masih Miliki 92 Alat Rapid Test dari Pemerintah Aceh, 48 Orang Sudah Dirapid

Aceh Tamiang sendiri menurutnya akan mengalokasikan hasil panen dari 700 ton bibit padi ini untuk memenuhi kebutuhan pangan ke sejumlah daerah tetangga, seperti Sumatera Utara dan Jambi.

“Ancaman ini pangan ini memang ada, bahkan menyerang seluruh dunia. Terlepas kita memang harus menyiapkan diri, tapi saya minta masyarakat tidak panik karena kita terus melakukan persiapan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Mursil kembali mengingatkan agar masyarakat tetap fokus menjalankan protokol kesehatan dengan menjaga kebersihan, mengenakan masker dan manjaga jarak sosial.

Ada kekhawatiran jumlah jumlah penderita Covid-19 di Aceh meningkat menyusul adanya kelonggaran transportasi dari pemerintah pusat.

“Selain menjaga ketahanan pangan, menjaga arus masuk ke Aceh juga sama pentingnya. Inilah guna posko bersama di perbatasan yang sedang kami rintis bersama Langsa dan Aceh Timur,” ucap Mursil menyinggung pentingnya posko di perbatasan yang hingga kini belum tersedia.(*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved