Breaking News:

Optimalkan Produksi Pangan Lokal

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, masalah pemenuhan kebutuhan pangan dalam masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir

SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Asisten II Setda Aceh T Ahmad Dadek 

* Untuk Memenuhi Kebutuhan di Masa Pendemi Covid-19

BANDA ACEH - Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, masalah pemenuhan kebutuhan pangan dalam masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini, akan menjadi lebih berat lagi, yaitu krisis pangan dunia. Oleh karena itu Nova minta para bupati/wali kota agar membuat program optimalisasi produksi pangan berbahan lokal.

Hal itu disampaikan Plt Gubernur saat memimpin rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) tingkat tinggi secara telekonferen menggunakan aplikasi zoom, Kamis (14/5/2020), dengan sejumlah bupati/wali kota, wakil bupati, dan Sekda se-Aceh.

Untuk meningkatkan produksi pangan berbahan lokal, Nova Iriansyah juga menyarankan agar pemerintah daerah bisa memanfaatkan lahan HGU yang belum dipakai perusahaan untuk ditanami berbagai komoditi pangan, seperti jagung, kedelai, ketela, kacang tanah, bawang merah, bawang putih, dan lainnya. Untuk itu, Plt Gubernur menyarankan agar pemerintah daerah perlu menjalin kerja sama dengan TNI/Polri, LSM, dan dunia usaha.

Soal alat pengolah tanah, bibit, pupuk dan pembasmi hama, kata Nova, Distanbun Aceh nanti akan meminjamkan alat dan memberikan bantuan. “Tugas Pemkab/Pemko membiayai BBM dan operatornya serta pengangkutan traktornya dari gudang ke lokasi lahan yang mau digarap dan ditanamai komoditi pangan,” ujar Plt Gubernur.

Perlunya mengoptimalisasi produksi tanaman pangan lokal, kata Nova, karena menurut perhitungan badan pangan dunia, akibat pandemi Covid-19 yang terus berkepanjangan, akan terjadi krisis pangan dunia yang diperkirakan berlangsung Nopember 2020-Januari 2021.

Negara produsen beras, seperti Thailand, Vietnam, India, tidak akan mengekspor beras dan gula ke negara yang membutuhkan. Alasannya, karena produksi beras mereka pada masa pandemi Covid-19 ini juga sedang menurun.

Hal yang sama juga akan dilakukan negara Eropa penghasil gandum, terigu dan lainnya. Mereka akan memenuhi kebutuhan nasionalnya lebih dulu, setelah berlebih baru melakukan ekspor dengan harga yang lebih mahal  dari sebelumnya.

Aceh, kata Nova Iriansyah, enam bula kedepan masih punya waktu untuk mengatasi masalah tersebut. Pihaknya juga sudah melakukan rapat Ketahanan Pangan dengan dinas teknis untuk mengatasi ancaman krisis pangan dunia tersebut.

“Berbagai tahapan dan rencana sudah kita buat dan diharapkan pihak dinas teknis, antara lain Distanbun, Disnak, DKP,  Dinas Pangan, Dinas Pengairan, Dishub, Disperindag dan dinas teknis lainya. Rencana penanganan pencegahan krisis pangan dunia itu sudah harus dibuat, termasuk untuk pembangunan pabrik penggilingan beras modern melalui pihak swasta dan optimalisasi produksi pabrik penggilingan padi yang ada di Aceh untuk bisa menampung gabah petani dalam jumlah yang lebih banyak,” jelasnya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved