Salam

Perhatikan Korban dan Tetap Siaga Bencana  

Beberapa kampung di Kabupaten Aceh Tengah diterjang banjir bandang yang mengakibatkan banyak penduduk kehilangan tempat tinggal

SERAMBI/MAHYADI
Warga melihat rumahnya yang rusak akibat terjangan banjir di kawasan banjir Reje Kampung Paya Tumpi Baru, Kecamatan, Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (13/5/2020) 

Beberapa kampung di Kabupaten Aceh Tengah diterjang banjir bandang yang mengakibatkan banyak penduduk kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi sementara. Hantaman air bah pada Rabu petang itu paling parah terjadi kerusakan di Kampung Paya Tumpi Baru dan Kampung Paya Tumpi Induk di Kecamatan Kebayakan. Sedangkan hantaman air berlumpur di kampung‑kampung dalam wilayah Kecamatan Bebesan dilaporkan dampaknya tidak separah Paya Tumpi.

Banjir yang melanda wilayah tersebut dipicu hujan dengan intensitas tinggi. Selain merusak dan merendam puluhan belasan rumah, hujan deras tersebut juga membuat longsor di ruas jalan Takengon‑Bireuen yang mengakibatkan lumpuhnya transportasi antarkabupaten dan anterkecamatan selama beberapa jam sebelum alat berat datang.

Kita berharap tak korban jiwa dalam bencana itu. Dan, korban‑korban yang kehilangan tempat tinggal serta harta benda kita harap segera mendapat bantuan dari pemerintah dan para dermawan sehingga mereka merasa ada yang memperhatikan. Apalagi ini dalam suasana Ramadhan.

Selain itu, kepada kita semua juga harus meningkatkan kewaspadaan, mengingat hujan dengan intensitas tinggi masih akan mengguyur sejumlah wilayah Aceh dalam beberapa hari ke depan. Initinya, sedialah payung sebelum hujan.

Bicara soal bencana, beberapa tahun lampau ada hasil riset menarik berjudul The Political Economy of Natural Disasters yang ditulis Charles Cohen dan Eric Werker dari Harvard Business School. Seorang penulis yang kemudian menganalisa hasil riset itu mengatakan, Cohen dan Werker  berpendapat bahwa bencana alam cenderung lebih sering terjadi pada negara miskin yang dikelola oleh pemerintahan yang buruk. Pendekatan yang dipakai Cohen dan Werker adalah sejauh mana tingkat kesiapsiagaan dan respon pemerintah terhadap bencana. Juga bagaimana tingkat distorsi dan manipulasi bana bantuan bencana.

Dalam memahami laporan itu, tentu saja kita tak bisa sekonyong‑konyong menyalahkan pemerintah setiap kali terjadi bencana. Pertama, karena bencana alam memang bukan kemauan pemerintah. Selain itu sikap sebagian masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan turut andil dalam terjadinya bencana. Namun, memang sebagian bencana yang menimpa bangsa Indonesia adalah dampak tidak langsung dari kurangnya pengawasan dan ketegasan pemerintah dalam hal analisa mengenai dampak lingkungan.

Seorang akademisi menyebutkan ada tiga hal yang harus kita lakukan ‑‑terutama oleh pemerintah sebelum dan ketika bencana terjadi. Pertama, aspek spiritual yaitu dengan berserah diri dan berdoa. Belajar dari kisah para nabi terdahulu kita mendapati kaum yang ditimpa bencana adalah kaum yang melakukan pembangkangan. Maka, hal pertama yang harus kita lakukan ketika bencana terjadi adalah berserah diri dan berdoa mohon ampun kepada Allah atas segala dosa yang kita lakukan.

Kedua, aspek kemanusiaan yaitu membantu korban bencana. Setiap ada bencana pasti ada korban yang mengalami kerugian. Mereka membutuhkan bantuan makanan, pakaian, obat‑obatan, dan lain‑lain. Ini adalah persoalan kemanusiaan akibat bencana yang harus segera kita bantu. Yang paling bertanggung jawab terhadap korban bencana alam adalah pemerintah, di mana pemerintah harus cepat bertindak memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana dan mengatasi dampak sosial akibat bencana. Jangan sampai bantuan dari pemerintah kalah cepat dibanding bantuan yang diberikan parpol dan LSM.

Ketiga adalah aspek teknis. Yakni membangun atau memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak akibat bencana. Namun, perbaikan pasca bencana harus dibarengi dengan keseriusan upaya antisipasi terhadap bencana berikutnya.

Justru itulah, kita semua diingatkan, "untuk mengatasi bencana butuh kontribusi dari semua pihak agar bencana tidak lagi menjadi sesuatu hal yang biasa. Peran pemerintah dan rakyat dalam menangani bencana sama‑sama penting. Kepada pemerintah sebagai pemegang kendali kekuasaan di negeri ini ‑‑kalau sudah merasa serius, harus lebih serius lagi dalam mengantisipasi dan merespon bencana karena salah satu hak asasi rakyat adalah hidup aman dari bencana."

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved