Berita Aceh Tengah

Nova Iriansyah Tumpahkan Endapan Renungan Puisi tentang Bencana

Puisi adalah bahasa semesta. Puisi seperti palung, menampung endapan renungan dan perasaan yang diuntai dengan diksi terpilih...

SERAMBINEWS.COM/MAHYADI
Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, didampingi Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, makan sahur bersama di tenda pengungsian banjir bandang di Kampung Paya Tumpi, Kecamatan Kebayakan, Sabtu (16/5/2020). 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA  - Puisi adalah bahasa semesta. Puisi seperti palung, menampung endapan renungan dan perasaan yang diuntai dengan diksi terpilih.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, kembali menumpahkan endapan renungannya dalam bentuk puisi sebagai respon atas peristiwa banjir bandang yang melanda Aceh Tengah, Bener Meriah, serta peristiwa bencana lain di manapun terjadi.

Ia menuliskan puisi itu tidak lama setelah tiba di Takengon, Ibukota Kabupaten Aceh Tengah. Plt Gubernur datang ke dataran tinggi Gayo dalam rangka menjenguk korban bencana banjir bandang serta menyerahkan bantuan.

Sehari sebelumnya, Plt Gubernur menyemangati masyarakat korban angin puting beliung di Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar, agar sabar dan tabah. Sebanyak 25 Kepala Keluarga (KK) di sana jadi korban langsung dan menerima bantuan material rumah dari Pemerintah Aceh dan CSR beberapa perusahaan.

Berikut isi lengkap puisi Nova Iriansyah, berjudul "RENUNGANKU" bertarikh 16/05/2020, diterima Serambinews.com pada pukul 03.45 WIB dinihari :

RENUNGANKU

Alam menegur semesta menyapa,
Seakan azab di mana-mana,
bagai siksa tiada tara.
Memaksa manusia tafakkur,
meminta kita merenung, menggali asa.

Saatnya kita menengadah muka.
Membuka kedua telapak, lapangkan dada.

Tuhan tetap zat penyayang,
meski kita tambah liar dan jalang.
Tuhan adalah muara arah kita meminta,
walau kita sombong arogan lagi lantang.

Halaman
12
Penulis: Fikar W Eda
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved