Kamis, 16 April 2026

Terlilit Tali, Pawang Tewas Diseret Kerbau

Absalam Bin Adam (50) asal Gampong Meunasah Alue Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya diseret kerbau saat menangkapnya

Editor: bakri
DOK POLSEK COT GIREK
Jenazah pawang asal Pidie Jaya yang tewas karena ditarik kerbau liar disemayamkan di rumah warga Desa Cot Girek, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara sebelum dibawa pulang, Jumat (15/5/2020). 

LHOKSUKON – Absalam Bin Adam (50) asal Gampong Meunasah Alue Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya diseret kerbau saat menangkapnya di kawasan hutan Desa Cot Girek, Kecamatan Girek, Aceh Utara pada Jumat (15/5/2020) siang. Akibat kejadian tersebut, pawang kerbau liar itu meninggal dengan kondisi mengenaskan.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto melalui Kapolsek Cot Girek, Ipda Fikri kepada Serambi, Sabtu (16/5/2020), menyebutkan, korban berangkat bersama dua temannya ke Dusun Abon-Abon Desa Cot Girek untuk menangkap kerbau yang dilepas di hutan milik Arifin (48), polisi asal Ulee Gle, Kecamatan Pidie Jaya.

Kedua teman korban adalah Lukman Bin Jailani (28) asal Gampong Alue Sane Kecamatan, Bandar Dua, Pidie Jaya, dan Salman Bin M Nur (40) asal Gampong Matang Rayeuk, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur. Sesampai di kawasan itu, korban melihat kawanan kerbau milik Arifin sedang melintas di daerah paket 14.

Selanjutnya, kata Kapolsek Cot Girek, korban meminta kepada dua temannya untuk menjaga jarak dengan dirinya, agar kawanan kerbau tidak liar. Kemudian, korban langsung menjerat kaki seekor kerbau dari kawanan tersebut dengan menggunakan tali nilon yang sudah disiapkan, dan dililitkan juga di tubuhnya.

“Namun, berdasarkan keterangan saksi, korban belum sempat melepaskan lilitan tali di tubuhnya. Sementara kerbau yang sudah berhasil dipasang tali di kaki bagian depan, kemudian lari bersama kawanannya,” ujar Kapolsek Cot Girek.

Saat itu, korban sudah berusaha cepat untuk melepaskan lilitan tali di bagian tubuhnya, tapi tak berhasil. Sehingga korban langsung tertarik. Bahkan terseret jauh dari lokasi, akibat tarikan kerbau. Lalu, dua temannya, Lukman dan Salman mencarinya korban. Tak lama kemudian, korban Absalam ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi. “Korban mengalami luka di bagian leher akibat terlilit tali,” ujar Ipda Fikri.

Sorenya, kata Kapolsek, jenazah korban berhasil dievaluasi dari hutan ke sebuah rumah di Dusun Abon-abon Gampong Cot Girek Kecamatan untuk dimandikan, dan dikafankan agar jenazahnhya bisa dibawa pulang ke rumah duka di Kabupaten Pidie Jaya. “Tak lama kemudian tiba pihak keluarga, dan jenazah dibawa pulang ke sana,” pungkas Kapolsek Cot Girek.

Kapolsek Cot Girek, Ipda Fikri kepada Serambi menyebutkan, setelah jenazah berhasil dibawa ke rumah warga dari kawasan pedalaman, kemudian petugas memberitahukan pihak keluarga yang berada di Pidie Jaya. Sorenya, pihak keluarga sudah berada di kawasan Cot Girek untuk menjemput jenazah korban guna dibawa pulang ke kampung halaman.

“Sebelum, dibawa pulang kita minta untuk dibawa ke Puskesmas Cot Girek untuk divisum, tapi pihak keluarga menolaknya. Kemudian pihak keluarga juga menolak diautopsi. Anak korban kemarin langsung membuat surat pernyataan penolakan autopsi, dan diteken di atas materai Rp 6.000,” ungkap Kapolsek Cot Girek.(jaf)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved