Pengungsi Rohingya

Sekjen PBB Surati Bangladesh, Minta Pengungsi Rohingya Dipindahkan ke Kamp-Kamp Pengungsian

Guterres meminta ratusan orang Rohingya yang ditempatkan di pulau rawan bencana agar dipindahkan ke kamp-kamp pengungsi yang ada.

KOMPAS.COM
Pengungsi Rohingya baru menunggu memasuki kamp pengungsi sementara Kutupalang, di Cox Bazar Bangladesh, Rabu (30/8/2017). 

SERAMBINEWS.COM – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres melayangkan sebuah surat ke Menteri Luar Negeri Bangladesh.

Dalam surat tersebut, Guterres meminta ratusan orang Rohingya yang ditempatkan di pulau rawan bencana agar diselamatkan oleh Bangladesh dan harus dipindahkan ke kamp-kamp pengungsi yang ada.

Melansir dari Al Jazeera, Senin (18/5/2020) orang Rohingya itu diselamatkan pada awal Mei 2020 setelah terombang-ambing di Teluk Bengal dan kemudian dikirim ke pulau Bhashan Char, yang rawan akan badai monsun.

Bangladesh mengatakan sebanyak 308 Rohingya dikirim ke pulau itu daripada ke kamp-kamp di Cox's Bazar.

Mereka mengatakan bahwa pihaknya khawatir 308 orang Rohingya mungkin menderita penyakit virus corona atau COVID-19.

Bangladesh mengungkapkan mereka harus menjalani masa isolasi di pulau tersebut dan baru akan di pindahkan ke kamp pengungsian.

Dua Bocah Rohingya Meninggal dalam Ledakan Ranjau Darat di Rakhine, Arsu: Tentara Myanmar Diam Saja

Tentara Myanmar Tembak Dua Desa Muslim di Kota Kyauktaw, Lima Orang Terluka

Namun, Bangladesh belum mengatakan berapa lama Rohingya akan tetap terisolasi.

Guterres mengatakan para pengungsi harus dipindahkan ke kamp setelah waktu mereka di karantina selesai.

"Sementara mereka yang diselamatkan di laut dapat dikarantina untuk tujuan kesehatan masyarakat, mereka juga harus memperpanjang perlindungan yang layak sebagai pengungsi," kata Guterres dalam suratnya pada Jumat, (15/5/2020).

"Saya percaya bahwa mereka akan mendapat manfaat dari layanan kemanusiaan yang ditawarkan kepada Rohingya di Bangladesh dan bahwa, pada akhir periode karantina mereka ... mereka akan diizinkan untuk bergabung kembali dengan keluarga mereka di Cox's Bazar," lanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Agus Ramadhan
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved