Breaking News:

Aceh Siapkan Diri Hadapi Krisis Pangan

Pemerintah Aceh saat ini sedang mempersiapkan diri secara serius menghadapi ancaman krisis pangan secara global yang diperkirakan

For Serambinews.com
Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah. 

* Nova Kumpulkan Kadis dan Stakeholder Terkait

 BANDA ACEH - Pemerintah Aceh saat ini sedang mempersiapkan diri secara serius menghadapi ancaman krisis pangan secara global yang diperkirakan akan terjadi pada November 2020 sampai Januari 2021.

Kesiagan ini dilakukan Pemerintah Aceh untuk menyelamatkan 5.388.093 jiwa penduduk daerah ini dari kemungkinan krisis pangan sebagaimana diperingatkan oleh Lembaga Ketahanan Pangan Dunia (Food Agriculture Organization/FAO) yang bermakas di Roma, Italia.

Sebagai bentuk keseriusan dimaksud, Plt Gubenur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, Minggu (17/5/2020) malam, mengundang sejumlah kepala dinas untuk berdiskusi dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) di Rumah Dinas Wagub Aceh, kawasan Blangpadang, Banda Aceh. Diskusi dipimpin Sekda Aceh Taqwallah, berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 21.00 Wib dan berakhir pada 24.00 Wib.

Dalam forum yang berlangsung santai itu, Plt Gubernur Aceh mengakui bahwa wabah Corona telah menyebabkan sektor ekonomi terganggu cukup parah, sehingga target pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya diprediksi bisa mencapai 5%, sekarang malah menjadi minus. Begitu juga dengan laju inflasi terlihat mulai bergerak naik, dan tidak tertutup kemungkinan akan bisa mencapai dua digit.

Untuk bisa memulihkan sektor ekonomi ini, kata Nova, hanya bisa dilakukan dengan mempersiapkan ketersediaan pangan yang cukup. Alasannya, hanya produk pertanian (agrobisnis) yang paling bisa diandalkan dan berharga, yang nantinya akan membuat masyarakat mampu bertahan. "Karenanya, mulai saat ini saya minta Bapak-bapak agar bisa berpikir lebih luas, di luar kebiasaan, di luar RPJM, dan itu harus out off the book," pinta Nova di hadapan peserta forum diskusi.

Salah satu cara untuk bisa keluar dari krisis, menurut Nova, harus bisa dilihat dari dua koridor. Yakni, harus tahu kendala apa saja yang bisa dilakukan untuk menghadapi krisis. Selanjutnya, apa saja yang disuplai untuk menjadi kebutuhan menghadapi krisis. "Harus ada inovasi untuk menggerakkan masyarakat agar ikut berpartisipasi," pesan orang nomor satu di Aceh ini.

Plt Gubenur juga mengakui, saat ini masih terdapat 750 ribu warga Aceh yang hidupnya masih berada di bawah garis kemiskinan. Tetapi, pihaknya telah melakukan terobosan melalui program sosial safety net (jaringan pengaman sosial) terhadap 3,5 juta orang sehingga masyarakat miskin tersebut diharapkan akan terbantu dengan kebijakan yang telah diluncurkan itu.

Estimasi Surplus  

Kepala Dinas Petanian dan Perkebunan Aceh, A Hanan, tampil perdana mempresentasi kebutuhan masyarakat Aceh selama setahun terhadap pangan, khususnya padi. Ia memaparkan bahwa konsumsi penduduk Aceh saat ini mencapai 680.408 ton per tahun atau 56.701 ton per bulan, dengan jumlah penduduk mencapai 5.388.093 jiwa. "Konsumsi masyarakat rata-rata 26,28 kg per kapita," ungkapnya.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved