Breaking News:

Virus Corona Serang Dunia

Dampak Corona, Maskapai Penerbangan Thai Airways Segera Melaporkan Kebangkrutan di Pengadilan

Pinyosinwa mengatakan dengan mengajukan kebangkrutan ke pengadilan tidak serta merta maskapai akan tutup dan bangkrut.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
INSTAGRAM/@THAIAIRWAYS
Maskapai Nasional Thailand, Thai Airways segera melaporkan kebangkrutan di pengadilan. 

Thai Airways, mayoritas dimiliki oleh Kementerian Keuangan Thailand, memiliki utang sekitar 92 miliar baht (Rp. 42 triliun), di mana sekitar 78 persen merupakan utang kepada investor obligasi, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Tris Rating Co, yang sebagian dimiliki oleh S&P Global Ratings, telah menurunkan peringkatnya pada Thai Airways dan obligasi tanpa jaminan senior dari carrier A ke BBB.

Mulai 14 Mei 2020, Garuda Rumahkan 800 Karyawan Kontrak Selama 3 Bulan

Garuda Kembali Mendarat di Aceh

Sebelum Terbang, Penumpang Lion Air Wajib Patuhi Sejumlah Persyaratan Ini

"Pemegang obligasi Thai Airways sedang mengawasi dengan cermat untuk rincian rencana rehabilitasi," kata Thiti Tantikulanan, wakil presiden eksekutif senior Kasikornbank.

"Dampaknya pada pasar obligasi keseluruhan akan terbatas karena obligasi Thai Air sebagian besar telah dijual kepada sekelompok investor terbatas," sambungnya.

Thai Airways telah membukukan kerugian tahunan hampir setiap tahun sejak awal 2013.

Maskapai plat merah tersebut berada di bawah tekanan untuk membalikkan kinerjanya bahkan sebelum pandemi Covid-19.

Saham Thai Airways tergelincir sebanyak 15 persen pada hari Senin ke level terendah dalam lebih dari sebulan.

Saham telah jatuh lebih dari 90 persen dari puncaknya pada tahun 1999. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Resep Bola-Bola Coklat untuk Menu Kue Lebaran

Plt Gubernur Gandeng Pejabat Teras Pemerintah Aceh Kunjungi Korban Banjir di Aceh Tamiang

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved