Breaking News:

Virus Corona Serang Dunia

Amerika Serikat Catatkan 1,5 Juta Kasus Virus Corona, Donald Trump Bangga dan Sebut Kehormatan

Presiden AS Donald Trump menyebut adalah "kehormatan" bagi negaranya setelah mencatat 1,5 juta kasus virus corona.

Editor: Faisal Zamzami
AFP/CHIP SOMODEVILLA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA
Presiden AS, Donald Trump menggelar konferensi pers tentang perkembangan virus Corona sebelum terbang dari Gedung Putih, Washington, menuju Phoenix, Arixona, Selasa (5/5/2020). 

SERAMBINEWS.COM - Presiden AS Donald Trump menyebut adalah "kehormatan" bagi negaranya setelah mencatat 1,5 juta kasus virus corona.

Negara itu melaporkan lebih dari 92.000 kematian karena wabah.

Meski begitu, presiden 73 tahun itu menyebut bahwa dia harus tetap bangga.

"Omong-omong, ketika kalian mengatakan kami unggul (dalam kasus infeksi virus corona), itu karena kami menggelar tes lebih banyak," klaim Trump di Gedung Putih.

 Dia mengaku, ketika AS menjadi episentrum wabah di dunia, dia melihat hal itu bukanlah sesuatu yang memalukan.

Melainkan bukti tes mereka bekerja dengan baik.

"Jadi saya melihatnya sebagai kehormatan. Ya, sebuah kehormatan," jelas presiden dari Partai Republik itu dikutip Sky News Rabu (20/5/2020).

Dia menuturkan, jumlah itu merupakan bukti bahwa mereka sukses melakukan tes, dan memberikan kredit kepada setiap orang yang terlibat.

Trump juga membela diri dari kritikan pakar medis, ketika pada Senin (18/5/2020), dia mengaku meminum obat malaria untuk mencegah Covid-19.

Pengakuan bahwa dia mengonsumsi hidroksiklorokuin tak pelak membuat para pembantunya kaget, dan beramai-ramai membenarkan keterangan sang presiden.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved