Luar Negeri

Anak Jamal Maafkan Pembunuh Ayahnya

Anak-anak jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi yang terbunuh, Jumat (22/5/2020) mengatakan memaafkan para pembunuh ayah mereka

AFP / File / Amer HILABI
Salah Khashoggi saat menemui keluarga kerajaan Arab Saudi pada April 2020 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Anak-anak jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi yang terbunuh, Jumat (22/5/2020) mengatakan memaafkan para pembunuh ayah mereka.

"Kami putra-putra Jamal Khashoggi mengumumkan, kami memaafkan dan mengampuni mereka yang membunuh ayah kami," kata kolumnis Washington Post, Salah Khashoggi di Twitter.

Konsekuensi hukum dari pengumuman dari Salah, yang tinggal di Arab Saudi, tidak segera jelas.

Jamal Khashoggi orang dalam keluarga kerajaan yang berubah menjadi kritikus terbunuh dan dipotong-potong di konsulat kerajaan di Istanbul pada 2 Oktober 2018.

Kasus itu memicu kemarahan internasional.

Operasi itu melibatkan 15 agen yang dikirim dari Riyadh, kata Ankara dan jasadnya tidak pernah ditemukan.

Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi, Ini Transkrip Rekaman Mengerikan Pembantaian Jurnalis Arab Saudi

Terungkap! Sebelum Dieksekusi Mati, Begini Ucapan Tim Pembunuh kepada Jamal Khashoggi

Percakapan Detik-Detik Pembunuhan Jamal Khashoggi Beredar, Kalimat Terakhir Aku Tak Bisa Bernapas

Dari 11 orang yang didakwa dalam kasus ini, lima dijatuhi hukuman mati, tiga menghadapi hukuman penjara total 24 ta

Almarhum Jamal Khashoggi
Almarhum Jamal Khashoggi (AFP / File / Amer HILABI)

hun, dan lainnya dibebaskan, kata jaksa penuntut umum pada Desember 2019.

Salah sebelumnya mengatakan memiliki kepercayaan penuh pada sistem peradilan, dan mengkritik lawan yang katanya berusaha mengeksploitasi kasus ini.

The Washington Post melaporkan pada April 2020, bahwa anak-anak Khashoggi, termasuk Salah, telah menerima rumah bernilai jutaan dolar AS dan dibayar ribuan dolar AS per bulan oleh pihak berwenang.

Dilansir AFP, Jumat (22/5/2020), Salah menolak laporan itu dan membantah mendiskusikan penyelesaian keuangan dengan pemerintah Saudi.

Baik CIA dan utusan khusus PBB secara langsung menghubungkan penguasa de facto Putra Mahkota Mohammed bin Salman dengan pembunuhan itu, sebuah tuduhan yang dibantah kerajaan.(*)

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved