Berita Bireuen

Harga Daging di Bireuen Rp 160 Ribu/Kg

Harga daging meugang pertama Idul Fitri tahun ini pada Jumat (22/05/2020) di pasar Bireuen mencapai Rp 160.000/kilogram.

Serambinews.com
Salah satu lapak jualan daging di jalan rel kereta api, Bireuen, lokasi tersebut dilarang jualan daging, namun masyarakat tetap berjualan, Jumat (22/05/2020). 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM - Harga daging meugang pertama Idul Fitri tahun ini pada Jumat (22/05/2020) di pasar Bireuen  mencapai Rp 160.000/kilogram, ada sebagian yang menjual Rp 170.000/kilogram.

Amatan Serambinews.com di lokasi lapak jualan daging yang dilarang pemerintah jalan rel kereta api tetap ada warga yang berjualan, namun jumlahnya terbatas dibawah 20 ekor sapi.

Sedangkan tempat jualan daging dipasar ikan tetap ramai ada sekitar 25 ekor sapi diperdagangkan ditempat tersebut.

Harga daging dibuka dengan haga  Rp 170.000/kilogram, berani menawar bisa diperoleh Rp 160.000, bahkan ada yang langsung buka harga Rp 160.000/kilogram, sedangkan harga tulang berkisar Rp 90.000-100.000/kilogram untuk tulang rusuk.

Hasil pantauan Serambinews.com mulai di pasar Gandapura, Kutablang, Peusangan dan Bireuen hingga pukul 11.00 WIB, Jumat (22/05/2020) masih banyak daging belum terjual, hanya sebagian sudah terjual.

Misalnya di Gandapura lapak jualan daging di belakang Pos Retribusi hingga pukul 11.00 WIB masih banyak daging belum terjual, warga lebih banyak melihat-lihat saja, sebagian masyarakat  membeli daging dalam jumlah terbatas misalnya 1 kilogram.

Keadaan yang sama juga di lapak jualan daging tidak jauh dari halaman mesjid jamik Kutablang Bireuen, masih banyak daging tergantung terutama daging pada dua paha.

Sama halnya lapak daging di Peusangan di depan pertokoan Keude Matanggelumpang Dua, Peusangan, hingga menjelang shalat Jumat masih banyak daging belum terjual.

Ismail, seorang pedagang di Matanggelumpang Dua, Peusangan kepada Serambinews.com mengatakan, masyarakat  untuk membeli daging di hari meugang pertama lesu karena masih banyak kebutuhan lain yang dibutuhkan, daya beli masyarakat sangat kurang.

Biasanya, kata Ismail, hari meugang pertama sekitar pukul 10.00 WIB tidak banyak daging tersisa sebagian besar sudah terjual, hari ini hingga pukul 11.00 WIB, masih banyak daging belum terjual, warga yang datang ke lapak jualan daging juga kurang.(*)

Bocah Laki-Laki Ini Lakukan Tarian Lagu Hareudang, Kelenturan Tubuhnya Sita Perhatian Netizen

Cerita M Nuh Pemenang Lelang Motor Jokowi, Mengira Dapat Hadiah, Minta Perlindungan Polisi

Muliakan Ramadan pada Masa Covid-19, Gereja di Jerman Fasilitasi Salat Jumat Pada Bulan Ramadan

Menjelang Idul Fitri 1441 Hijriah, Kapal Ferry Stop Beroperasi

Penulis: Yusmandin Idris
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved