Luar Negeri

Palestina Tolak Bantuan Covid-19 dari Uni Emirat Arab karena Dikirim Melalui Israel

Pihak Palestina mengatakan bahwa bantuan harus dikirim dalam koordinasi dengan para pemimpin Palestina dan bukan dengan otoritas Israel.

Capture Video Anadolu Agency
Sekumpulan warga yang mengibarkan bendera Palestina melancarkan protes atas proposal rencana perdamaian AS, di pintu masuk utara kota Ramallah Tepi Barat dekat permukiman Yahudi Beit El, Kamis (30/1/2020). 

SERAMBINEWS.COM - Otoritas Palestina telah menolak bantuan untuk mengatasi virus corona, yang dikirim melalui jalur udara ke Israel pada hari Selasa, (19/5/2020).

Pihak Palestina mengatakan bahwa bantuan harus dikirim dalam koordinasi dengan para pemimpin Palestina dan bukan dengan otoritas Israel.

"Tidak ada koordinasi dengan otoritas Palestina, jadi kami tidak dapat menerima bantuan seperti itu," kata Menteri Kesehatan Palestina, Mai Alkaila dalam konferensi pers, Kamis (21/5/2020).

"Kami adalah otoritas yang berdaulat. Koordinasi harus langsung dengan kami," tegasnya seperti dikutip dari Middle East Eye, Jumat (22/5/2020).

Uni Emirat Arab (UAE) membuka penerbangan pertamanya yang diketahui secara terbuka ke Israel pada Selasa malam.

Sebuah pesawat kargo milik Etihad dari Abu Dhabi ke Tel Aviv bertujuan untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke Palestina untuk membantu menekan penyebaran virus corona.

Arab Saudi Kutuk Israel, Ingin Caplok Lagi Tanah Palestina

Palestina Minta Bantuan Cina Tangani Virus Corona

Anak-anak Palestina Terancam Tak Bisa Sekolah Lagi

Beberapa media Israel melaporkan bahwa penerbangan itu dilakukan atas koordinasi dengan kementerian luar negeri Israel dan Program Pangan Dunia PBB.

Normalisasi UAE-Israel

Israel dan UEA secara tegas tidak memiliki hubungan diplomatik.

Halaman
123
Penulis: Agus Ramadhan
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved