Sabtu, 18 April 2026

Villa Buana 15 Hari Terendam

Banjir yang merendam Kompleks Villa Buana Gardenia, Desa Lampasie Eungkieng, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, yang terjadi sejak

Editor: bakri
Dok Villa Buana/For Serambinews.com
Tim BPBA, BPBD Aceh Besar dan masyarakat menyedot air yang merendam Kompleks Perumahan Villa Buana Gardenia, Desa Lampasie Eungkieng, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (21/5/2020). 

* 10 Mesin Pompa Dikerahkan

BANDA ACEH - Banjir yang merendam Kompleks Villa Buana Gardenia, Desa Lampasie Eungkieng, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, yang terjadi sejak pertengahan Ramadhan lalu masih berlanjut hingga saat ini. Setidaknya masih ada puluhan rumah di Jalan Apel, Jalan Jambu, dan Jalan Pala yang belum terbebas dari rendaman.

 “Ini sudah hari ke-15 kami hidup dalam rendaman banjir,” kata Asmawatie Achmad, salah seorang warga di Jalan Jambu kepada Serambi, Kamis (21/5/2020).

Pada Kamis kemarin, BPBA, BPBD Aceh Besar, dan Dinas Perkim Aceh menurunkan enam unit mesin pompa beserta personel untuk menyedot air dari kompleks tersebut. Selain itu masih ditambah empat unit mesin bantuan warga setempat.

Watie yang juga Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Aceh merincikan, BPBA dan BPBD Aceh Besar mengerahkan lima personel dan mesin pompa masing-masing satu unit.Sedangkan dari Dinas Perkim Aceh mengerahkan empat unit mesin pompa. “Jika ditambah dengan mesin pompa swadaya warga sebanyak empat unit, maka ada 10 unit pompa yang akan menyedot air dari kompleks Villa Buana,” ujarnya.

Menurut Watie, hingga menjelang sore kemarin, hanya sekitar delapan pompa yang berfungsi maksimal. Menjelang berbuka puasa penyedotan dihentikan sementara namun genangan sudah jauh berkurang. “Warga kompleks melanjutkan penyedotan pada malam harinya karena genangan masih berpotensi bertambah disebabkan ada mata air di kaki pegunungan yang lumayan kuat tekanannya,” ujar Asmawatie Achmad.

Watie juga menginformasikan, sebelumnya hampir seluruh areal kompeks perumahan tersebut dikepung banjir. Namun secara perlahan-lahan air surut.  “Kini, sudah menjelang Lebaran Idul Fitri, banjir masih tetap merendam sekitar 20-an rumah lagi. Mudah-mudahan hujan tak lagi mengguyur,” demikian Asmawatie Achmad.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Farhan AP menyatakan pihaknya terus berusaha untuk membuang genangan air dengan menggunakan mesin penyedot. "Insya Allah kalau air di ujung sudah kering, maka penyedotan dan pengeringan bisa cepat dilakukan," sebut Farhan.

Karena menjelang sore, BPBD Aceh Besar menyerahkan penggunaan mesin kepada warga setempat untuk dilanjutkan penyedotan. Selain menyiagakan mesin penyedot BPBD, di sana juga ada mesin penyedot BPBA, selain ada tiga mesin warga yang disiagakan di sana.

Pihak PU kata Farhan, juga akan melakukan normalisasi saluran dan mencari cara untuk membuang air di Kompleks Villa Buana itu ke kawasan lain yang tidak terdampak."Intinya, kita akan terus membantu, agar air di sana bisa mengering," pungkas Farhan.

Seorang warga lainnya di Kompleks Perumahan Villa Buana Gardenia, Rahmadhani Sulaiman menginformasikan, pada dasarnya semua areal kompleks masih sangat rawan tergenang lagi, apalagi kalau hujan kembali mengguyur. “Ada beberapa jalan lainnya, termasuk Jalan Salak yang merupakan lokasi rumah saya, meski sudah agak kering tetapi potensi banjir masih tinggi. Semoga saja tidak hujan lagi,” lapor Rahmadhani sambil memperlihatkan foto kondisi lantai rumahnya yang belum sepenuhnya kering

Imum Mukim Daroy Jeumpet--yang membawahi Gampong Lampasie eungkieng, Burhanuddin Usman mengatakan, banjir yang mengepung Kompleks Perumahan Villa Buana Gardenia, Desa Lampasie Eungkieng, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, terus berulang setiap musim hujan. Namun hal itu tak pernah ada penyelesaian secara permanen.

“Secara teknis pasti ada solusi untuk menuntaskan persoalan banjir di Desa Lampasie Eungkieng termasuk Kompleks Perumahan Villa Buana. Tetapi pemerintah tampaknya lebih berahi menyalurkan bantuan masa panik setiap kali bencana,” katanya.

Menurut Burhanuddin, untuk mengatasi banjir di Gampong Lampasie Eungkieng termasuk kompleks perumahan Villa Buana perlu dicari akar persoalannya hingga ada terapi yang tepat untuk penanganan. Dikatakan, penataan saluran--termasuk membangun jaringan baru yang disesuaikan dengan perkembangan kawasan menjadi salah satu solusi untuk penanggulangan banjir di Lampasie Eungkieung dan sekitarnya.

Penataan maupun pembangunan saluran baru, lanjut Burhanuddin dimulai dari Desa Pashe Beutong, Kecamatan Darul Imarah hingga ke Desa Lam-geue, Kecamatan Peukan Bada melewati kompleks perumahan Villa Buana.

Khusus di kawasan Kompleks Perumahan Villa Buana, lanjut Burhanuddin memang memerlukan perlakuan lebih khusus karena lokasi perumahan itu sebelumnya adalah rawa (paya). “Saya pikir sudah saatnya pemerintah bukan hanya memberikan obat antisakit sedangkan penyakitnya tak pernah tuntas,” demikian Imum Mukim Daroy Jeumpet.  (nas/mir)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved