Zuraida Sebut Hakim Jamaluddin Miliki Dua Selingkuhan  

Terdakwa pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin, Zuraida Hanum (41), menceritakan kisah perselingkuhan

serambi indonesia
Hakim Sebut Drama Zuraida Hanum Eksekusi Suaminya Jamaluddin Seperti Cerita Sinetron 

MEDAN - Terdakwa pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin, Zuraida Hanum (41), menceritakan kisah perselingkuhan yang dilakukan suaminya sehingga ia nekat menghabisi korban. Dalam keterangannya, Zuraida mengungkapkan ada dua perempuan yang menjadi selingkuhan hakim Jamaluddin.

Kisah itu disampaikan Zuraida saat memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan perkara tersebut dengan agenda pemeriksaan terdakwa yang digelar secara virtual melalui teleconference di Ruang Cakra VIII PN Medan, Rabu (20/5/2020).

Zuraida juga menyebutkan, suami dari salah seorang perempuan selingkuhan korban sempat menggerebek rumah Jamaluddin. "Ada dua orang perempuan Pak, ada Rina Hayati, yang sampai digerebek oleh suaminya yang datang dari Padang ke Medan," kata Zuraida Hanum menjawab pertanyaan penasihat hukumnya, Onan Purba.

"Setelah Rina Hayati, siapa lagi wanita yang pernah selingkuh dengan Jamal?" cecar Onan Purba. Zuraida pun menyebutkan nama seorang pegawai di lingkungan PN Medan, yang saat itu bertugas sebagai guru senam. "Kemarin itu dia bertugas sebagai guru senam di PN Medan," ucap Zuraida, yang langsung dipotong oleh Ketua Majelis Hakim Erintuah Damanik. Hakim Erintuah mengatakan bahwa hal ini tidak perlu dipublikasikan karena tidak ada sangkut pautnya dengan pembunuhan.

Onan kemudian mengalihkan pertanyaannya tentang korban yang mengambil uang atas nama Zuraida pada salah satu bank daerah di Aceh sebesar Rp 4 miliar. "Ada pak, di Bank Aceh itu ada utang saya. Jadi, yang dikira orang dia banyak uang, padahal itu uang saya pak, mati-matian saya membayar utang tersebut," jelas Zuraida kepada Majelis hakim.

Zuraida menambahkan, dirinya juga sering melihat Jamaluddin melakukan video call dengan asisten pribadinya hingga larut malam. "Dia itu, sering video call dengan Cut, asisten pribadinya. Saya sering melihatnya," kata Zuraida.

Kemudian, hakim menanyakan apakah sebelum membunuh, Zuraida Hanum sempat meramukan makan malam untuk korban. "Sebelum membunuh, kamu sempat ya menyajikan makanan untuk Jamaluddin?" tanya hakim, dan diamini oleh Zuraida. "Iya Yang Mulia, saat itu dia pulang, dan saya buatkan makanannya. Saya duduk di hadapannya sambil menunggunya makan," kata Zuraida.

Setelah mendengarkan keterangan terdakwa, hakim merasa cukup dan menunda sidang tersebut hingga Rabu (27/5/2030) pekan depan untuk agenda pemeriksaan saksi meringankan (a de charge).

Untuk diketahui, dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) disebutkan bahwa perkara itu bermula dari hubungan rumah tangga terdakwa Zuraida Hanum dengan korban yang tidak akur.

Sehingga terdakwa sering memendam perasaan marah dan kecewa kepada korban. Ketidakharmonisan hubungan rumah tangga tersebut juga diceritakan Zuraida kepada saksi Liber Junianto (sopir) di mana terdakwa mengatakan sudah lama memiliki niat untuk menghabisi korban karena kelakuannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus itu bermula ketika hakim Jamaluddin, diduga menjadi korban pembunuhan usai ditemukan meninggal dunia dalam mobil miliknya Toyota Land Cruiser (LC) Prado BK 77 HD warna hitam pada Jumat (29/11/2019) sekitar pukul 13.00 WIB.

Korban ditemukan warga di jurang areal kebun sawit kawasan Dusun II ,Namo Rambe, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Saat ditemukan, jasad korban terbujur kaku di bagian kursi tengah mobil. Setelah dilakukan serangkaian olah tempat kejadian perkara (TKP), korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi. Belakangan terungkap bahwa hakim Jamaluddin dihabisi oleh istrinya Zuraida Hanum (41) bersama dua eksekutor bayaran yaitu Jefri Pratama (42) dan Reza Fahlevi (29). (tribun medan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved