Lagi, 131 Mobil Harus Balik ke Sumut  

Pada hari kedua pemberlakuan larangan angkutan umum dari luar daerah masuk ke wilayah Aceh pada empat titik perbatasan yaitu Aceh Tamiang

FOTO KIRIMAN HENDRI JERIS
Mobil angkutan umum jenis bus maupun minibus dari Sumatera Utara (Sumut) yang ingin masuk ke Aceh diminta untuk putar balik di depan Pos Perbatasan Aceh Tamiang. Sementara kendaraan pribadi diizinkan masuk dengan syarat memiliki surat keterangan bebas Covid-19. Foto direkam Kamis (21/5/2020). 

BANDA ACEH - Penjagaan ketat di wilayah perbatasan Aceh-Sumatera Utara (Sumut) masih berlanjut. Pada hari kedua pemberlakuan larangan angkutan umum dari luar daerah masuk ke wilayah Aceh pada empat titik perbatasan yaitu Aceh Tamiang, Singkil, Subulussalam, dan Aceh Tenggara, Jumat (22/5/2020), sebanyak 131 mobil harus balik ke Sumut karena dilarang masuk ke wilayah Aceh. Selain itu, 267 orang tidak diizinkan memasuki kawasan Tanah Rencong. Sementara pada hari pertama pemberlakukan larangan itu, Kamis (21/5/2020), sebanyak 601 kendaraan dan 601 orang juga dihalau masuk ke Aceh.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani SIK MH, kepada Serambi, Jumat (22/5/2020), menyebutkan, total orang yang datang dari luar daerah dan dilarang masuk ke Aceh di empat titik perbatasan pada Jumat (22/5/2020) pukul 06.00-12.00 WIB, sebanyak 267 orang. "Sementara total kendaraan yang kita minta putar balik ke Sumatera Utara sebanyak 131 unit. Jumlah itu terdiri atas 84 mobil pribadi dan 47 angkutan umum," rinci Kombes Dicky.

Dicky menjelaskan, mayoritas masyarakat paham setelah diberi penjelasan. Menurutnya, masyarakat memahami apa yang dilakukan oleh petugas di perbatasan sebagai upaya mencegah penyebaran wabah Covid-19. "Ya, pasti ada (yang tidak menerima) karena mereka ingin mudik di kampung halaman saat Lebaran. Namun, setelah dijelaskan akhirnya mereka mengerti akan bahaya Covid-19," ungkapnya.

Sementara itu, dalam rangka mengamankan malam Hari Raya Idul Fitri 2020, Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani, Jumat (22/5/2020), mengecek kesiapan anggota dan kendaraan dinas di Mapolda Aceh. Pengecekan kesiapan itu dalam rangka mengantisipasi gangguan kamtibmas seperti balap liar, konvoi kendaraan, kecelakaan lalu lintas dan bencana alam (banjir). Gelar pasukan itu diikuti 262 polisi lalu lintas (polantas) yang terdiri atas 189 personel Ditlantas Polda Aceh dan 73 personel Satlantas Polresta Banda Aceh.

Dalam arahannya, Dirlantas meminta masyarakat tidak melakukan konvoi kendaraan bermotor saat malam takbiran. Sebab, sesuai protokol kesehatan Covid-19 dilarang adanya kerumunan massa. "Bila ditemukan konvoi kendaraan akan dibubarkan. Kami mengimbau masyarakat melaksanakan takbiran bersama keluarga di rumah," kata Kombes Dicky.

Selanjutnya, dalam mengantisipasi hujan badai yang melanda wilayah Aceh pada minggu ini, jajaran lalu lintas Polda Aceh Siaga 24 jam untuk membantu masyarakat yang terjebak banjir dan tanah longsor. "Kita juga mempersiapkan pasukan untuk itu, tapi kita berharap tidak ada lagi bencana di Aceh dan Indonesia," harap Dirlantas.

Pantau kamtibmas

Terpisah, Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono SIK MSi, mengatakan, Polda Aceh bersama jajarannya siap memantau dan menjaga kondisi kamtibmas menjelang Idul Fitri 1441 Hijriah di Aceh. Menurutnya, saat ini kondisi kamtibmas di Aceh relatif stabil dan kondusif.

"Adapun kasus kejahatan yang menonjol menjelang Idul Fitri adalah kasus narkotika, curanmor dan curat. Dari semua jajaran Polda Aceh, kasus kejahatan tertinggi di wilayah hukum Polresta Banda Aceh, Langsa, dan Polres Lhokseumawe," sebut Kabid Humas.

Sementara untuk tugas kepolisian di daerah Aceh dibantu stakeholder lainnya berlangsung lancar dan hingga saat ini ada 10 personel patroli jalan raya (PJR) yang di-BKO-kan ke Polres Aceh Tamiang. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved