Breaking News:

Cuaca Buruk

Pulau Banyak Dilanda Cuaca Buruk, Rumah Rusak dan Jalan Putus

Rumah mengalami kerusakan setelah terus menerus didera ombak dan angin. Besarnya ombak membuat air masuk ke dalam rumah.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/DEDE ROSADI
Rumah warga Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil, tergenang air akibat hantaman ombak, Sabtu (23/5/2020) 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi melanda wilayah Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil.

Kondisi itu menyebabkan satu unit rumah milik Sudirman Jiliwu di Dusun Mato Air, Desa Pulau Balai, rusak.

Rumah mengalami kerusakan setelah terus menerus didera ombak dan angin. Besarnya ombak membuat air masuk ke dalam rumah.

"Rumah rusak akibat angin dan abrasi air laut di Dusun Mata Air," kata Kepala Desa Pulau Balai, Sudirman, Sabtu (23/5/2020).

Cuaca buruk juga memutus jalan lingkar Pulau Balai. Jalan itu berada di sisi barat ibukota Kecamatan Pulau Banyak tersebut.

"Jalan lingkar Pulau Balai, putus," ujar Panjang penduduk Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak.

Viral, Pemuda ini Mendadak jadi Imam Shalat, Calon Mertuanya jadi Makmum

Idul Fitri di Tengah Pandemi Corona, Ini Imbauan Forkopimda Aceh Singkil

Lebih Cepat, Jamaah Abu Peuleukung di Nagan Rayakan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah Hari Ini 23 Mei

Sementara itu di daratan cuaca mulai bersahabat. Saat terjadi penomena alam lain yang tak biasa, yaitu pasang besar air laut.

Saking besarnya pemukiman penduduk daerah aliran sungai yang dekat dengan muara tergenang.

Umpamnya rumah penduduk dekat pinggir sungai di Desa Ketapang Indah serta rumah penduduk Gosong Telaga Barat di dekat Danau Anak Laut, Kecamatan Singkil Utara.

Daerah itu bukan merupakan kawasan rawan banjir. Namun saat pasang bedar air laut justru tergenang.
Fenomena pasang besar air laut di Kabupaten Aceh Singkil, terjadi sepanjang Ramadhan 1441 Hijriah.

Biasanya pasang air laut besar yang oleh warga setempat disebut pasang gembung terjadi akhir bulan dan pertengahan bulan atau purnama bulan hijriah.

Namun pada Ramadhan kali ini, pasang gembung terjadi sepanjang bulan.

Uniknya lagi air pasang lama surut. Bahkan pada pertengahan bulan hingga masuk masa pasang gembung akhir bulan sepanjang hari air laut seolah tidak surut.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved