Amien Rais Komentari soal New Normal, Sebut Salah Arah dan Bisa Mengelabui
Menurutnya, terjadi kesalahpahaman mengenai istilah new normal atau normal baru yang sebenarnya dengan apa yang direncanakan oleh pemerintah Indonesia
SERAMBINEWS.COM - Amien Rais memberikan tanggapannya terkait istilah 'New Normal'.
Menurutnya, terjadi kesalahpahaman mengenai istilah new normal atau normal baru yang sebenarnya dengan apa yang direncanakan oleh pemerintah Indonesia.
"Ada para scientist yang mengingatkan istilah New Normal adalah misleading, salah arah dan sesungguhnya ada pengelabuhan," kata Amien.
"Mohon maaf ini kata mereka dan saya setuju," lanjutnya.
Menurutnya, istilah tersebut seharusnya dipengaruhi dengan adanya norma atau standar lainnya.
Ia menyebut, tak ada norma yang berkaitan dengan istilah new normal ini.
"Dikatakan sesungguhnya itu bukan new normal, tapi itu we have to straight normal forever dan kita lanjutkan yang normal itu selamanya, karena apa yang normal itu biasanya ada standarnya, ada norma-norma, ada pola-pola yang reguler, dan tentu ada poin rujukan referensi, ini tak ada sama sekali," imbuhnya.
Amien pun mengimbau agar kata-kata new normal tak lagi dipakai.
Ia mengkhawatirkan hal tersebut akan bisa mengelabuhi dirinya sendiri.
"Karena itu, jangan dipakai lagi. Ini bisa ngelabuhi kita sendiri, termakan hasutan kita kemudian apapun dianggap normal," jelas Amien.
Meski demikian, Amien paham maksud pemerintah dalam menerapkan new normal saat pandemi.
Ia mengartikan maksud pemerintah sebagai mekanisme kerja pegawai negeri saat masa darurat kesehatan akibat Covid-19.
"New normal setelah virus mereda yaitu pegawai negeri tetap pakai masker, tetap jaga jarak, ada waktunya di rumah, ada waktunya di kantor, dan sebagainya," pungkasnya.
Tanggapan Wali Kota Solo
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengaku bingung dengan tatanan hidup normal yang baru atau the new normal yang sedang digaungkan pemerintah pusat.
"Saya itu bingung, masing-masing punya kebijakan, terus terang bingung," aku Rudy, Senin (18/5/2020).
Menurut Rudy, negara semestinya menyelamatkan dan menjaga bonus demografi yang dimiliki.
"Sebetulnya target negara mestinya menyelamatkan bonus demografi yang 45 tahun ke bawah, itu harus dijaga betul," kata dia.
"Di luar negeri yang dijaga yang ini, makanya ketika saya membuat KLB yang diselamatkan dulu, ya, anak-anak sekolah, setelah itu WFH menjadi urutan kedua," imbuhnya membeberkan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tidak ingin gegabah memperbolehkan anak-anak kembali belajar di sekolah, apalagi pandemi Corona belum kelar.
"Anak-anak nanti belajar di rumah masih akan kita perpanjang, kita pertimbangkan itu," ujar Rudy.
"Saya tidak mau anak-anak masuk, tinggal ambil rapot kenaikan kelas terus kena virus, jadi mubazir yang saya lakukan beberapa bulan ini," tambahnya.
Rudy juga khawatir penerapan the new normal kurang optimal menekan dan memutus mata penularan Covid-19.
Apalagi, masyarakat berumur 45 tahun ke bawah diizinkan untuk beraktivitas maupun bekerja di luar rumah.
"Kasihan betul, masyarakat umur 45 tahun bergerak di lapangan dan kena semua, habis kita," kata Rudy.
"Misal, sudah berkeluarga boleh kegiatan, dia tertular terus anaknya dan istrinya kena juga bagaimana," papar dia.
"Kalau 45 tahun ke bawah diselamatkan, 50 tahun ke atas meninggal, mereka yang meneruskan," imbuhnya.
Menurut Rudy, the new normal belum saatnya diterapkan di Kota Solo apalagi ada penambahan kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19.
"Kecenderungan di Kota Solo beberapa hari memang sudah tidak ada penamnahan, tetapi kini ada tambahan dari Joyotakan, kakeknya terpapar, kini 2 orang cucunya," ujar dia.
"Selesaikan pandemi ini dulu, kita fokus dulu Covid-19, itu selesaikan kalau perkembangan trennya menurun barulah the new normal dijalankan boleh," tandasnya. (*)
• Aurel Akui WA Belum Dibalas dan Minta Waktu Bertemu KD, Krisdayanti: Pintu Rumah selalu Terbuka
• Abu Bakar Baasyir Bakal Bebas dari Penjara 7 Bulan Lagi, Kuasa Hukum: Mudah-mudahan Januari 2021
• Ditahan di Nusakambangan, Habib Bahar Ungkap Kondisinya dan Kronologi Kepalanya Digunduli
Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Komentari soal New Normal, Amien Rais: Jangan Dipakai Lagi, Ini Bisa Ngelabuhi Kita Sendiri,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ketua-dewan-kehormatan-partai-amanat-nasional-amien-rais.jpg)